Tangerang – Transformasi digital kini menjadi kunci pertumbuhan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Warung Bude Pecel Khas Wonogiri menjadi salah satu contoh sukses pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam mengelola operasional bisnis kuliner keluarga.
Usaha yang dirintis sejak tahun 1998 ini kini dikelola oleh Moris Suhendi.
Ia mengintegrasikan fitur Asisten AI GrabMerchant untuk mengoptimalkan strategi penjualan harian.
Inovasi tersebut terbukti efektif meningkatkan performa bisnis secara signifikan.
Implementasi rekomendasi AI melalui menu bundling “Paket Duo Hemat” berhasil mendongkrak penjualan sebesar 48,42 persen.
Pencapaian ini tercatat sejak menu tersebut pertama kali diperkenalkan pada April 2026.
Data tersebut menunjukkan bagaimana teknologi berbasis data dapat membantu pelaku UMKM mengambil keputusan yang tepat.
Moris mengungkapkan bahwa fitur AI tersebut berfungsi layaknya asisten pribadi dalam mengelola aplikasi.
“Asisten AI ini benar-benar saya gunakan sebagai asisten, sesuai dengan namanya,” ujar Moris dikutip dari laman resmi Grab Indonesia, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, proses pengaturan jam operasional hingga manajemen ketersediaan menu kini jauh lebih praktis.
Sebelumnya, pengelolaan aplikasi harus dilakukan secara manual dan memakan waktu yang cukup lama.
Selain operasional, AI juga membantu Moris memahami analisis bisnis yang sebelumnya dianggap rumit.
“Fitur ini seperti kamus untuk GrabMerchant. Informasi yang sebelumnya sulit saya pahami sekarang bisa saya tanyakan dari A sampai Z,” imbuh Moris dalam keterangan resmi perusahaan.
Ia kini merasa lebih percaya diri dalam menetapkan harga jual dan strategi promosi.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga margin keuntungan tetap stabil di tengah fluktuasi harga bahan baku.
Keberhasilan Moris merupakan bagian dari kampanye “Temukan Jawaban untuk Apa Pun” yang diluncurkan pada 12 Juni 2026.
Kampanye ini bertujuan memperkenalkan AI sebagai perangkat yang praktis bagi pelaku usaha kecil.
Pihak Grab Indonesia mencatat tingkat adopsi teknologi ini cukup tinggi di kalangan mitra merchant.
Sebanyak 59,2 persen gerai merchant di Indonesia aktif menggunakan fitur tersebut hingga Mei 2026.
“Kami ingin memastikan teknologi AI dapat dimanfaatkan secara inklusif oleh berbagai skala usaha, termasuk UMKM keluarga,” kata Country Marketing and Communications Head Grab Indonesia, Melinda Savitri, dalam pernyataan tertulisnya.
Melinda berharap, kemudahan akses teknologi ini dapat mendukung keberlanjutan bisnis para mitra.
Sejak bergabung dengan platform digital pada 2021, jangkauan pelanggan Warung Bude Pecel telah meluas hingga ke luar wilayah Kelurahan Tajur.
Kini, Moris berencana menggunakan AI untuk menyusun target pengembangan bisnis jangka panjang.
Strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi usaha keluarga tersebut di tengah persaingan pasar kuliner yang semakin ketat.























