Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) secara resmi mempertahankan peringkat idA- dengan prospek stabil untuk emiten properti PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Keputusan ini mencerminkan keyakinan lembaga pemeringkat tersebut terhadap fundamental bisnis perusahaan di tengah dinamika industri properti dan perhotelan nasional.
Pefindo menilai bahwa INPP memiliki keunggulan kompetitif yang ditopang oleh aliran pendapatan berulang (recurring income) yang konsisten.
Kualitas aset yang dimiliki perusahaan dinilai berada dalam kondisi yang baik.
Selain itu, posisi pasar INPP di sektor properti dan perhotelan dianggap cukup solid dibandingkan para pesaingnya.
Kekuatan merek dari jaringan hotel yang dikelola oleh perusahaan juga menjadi salah satu pendorong utama di balik penetapan peringkat tersebut.
“Pefindo menegaskan peringkat idA- dengan prospek stabil untuk PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP),” ungkap analis Pefindo, Tsanya Chindra dan Naomi Sihombing dalam keterangan resmi yang dirilis pada Rabu (5/8/2026), dikutip dari dokumen resmi Pefindo.
Meskipun memberikan apresiasi, pihak Pefindo memberikan catatan mengenai sejumlah faktor pembatas yang membayangi kinerja perusahaan.
Profil keuangan INPP saat ini dinilai masih berada di level moderat.
Perusahaan juga dihadapkan pada risiko yang melekat dalam pengembangan proyek-proyek baru di masa depan.
Selain itu, sektor perhotelan yang menjadi tulang punggung bisnis INPP tetap rentan terhadap potensi gangguan di industri perjalanan global maupun domestik.
Peristiwa-peristiwa tak terduga di sektor pariwisata dapat memberikan dampak langsung pada stabilitas kinerja bisnis perusahaan.
Terkait prospek di masa depan, Pefindo menyatakan adanya peluang untuk menaikkan peringkat INPP jika terjadi perbaikan metrik kredit secara berkelanjutan.
Langkah ini dapat ditempuh perusahaan melalui penerapan kebijakan keuangan yang lebih konservatif.
Peluang peningkatan peringkat juga terbuka apabila INPP mampu memperluas portofolio propertinya secara signifikan.
Ekspansi tersebut harus dibarengi dengan peningkatan skala operasional serta terjaganya kapasitas deleveraging yang kuat.
Sebaliknya, Pefindo memberikan peringatan mengenai potensi penurunan peringkat jika terjadi deviasi kinerja yang cukup tajam.
Peringkat dapat diturunkan apabila realisasi pendapatan atau EBITDA perusahaan berada jauh di bawah proyeksi yang telah ditetapkan.
Risiko penurunan peringkat juga akan meningkat jika INPP melakukan penambahan utang secara signifikan.
Terlebih, jika penambahan utang tersebut tidak diikuti dengan peningkatan kemampuan menghasilkan laba yang memadai.
Kondisi tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan metrik keuangan perusahaan memburuk secara berkelanjutan di masa mendatang.
Hingga saat ini, manajemen INPP terus berupaya mengoptimalkan aset-aset properti yang mereka miliki untuk menjaga stabilitas arus kas.
























