Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus memicu kenaikan harga minyak mentah dunia akibat terhambatnya distribusi energi global. Meski saat ini berada di level tinggi, harga diprediksi akan terkoreksi signifikan menuju US$60-US$65 per barel jika konflik mereda dan pasokan kembali normal.

Harga Minyak Tertekan Konflik Timur Tengah dan Ancaman Oversupply
Wall Street melemah akibat lonjakan harga minyak mentah yang dipicu ketegangan geopolitik serta kenaikan yield Treasury AS yang menembus level 5%. Pasar juga masih mencermati ketidakpastian sektor teknologi di tengah kekhawatiran inflasi dan kebijakan suku bunga ketat.

Wall Street Goyah, Harga Minyak Naik dan Yield Treasury Tembus 5%
Volatilitas ekstrem pasar kripto menuntut strategi manajemen risiko yang disiplin untuk melindungi modal dari kerugian signifikan. Pelajari cara mengelola risiko melalui identifikasi, penggunaan stop loss, serta pengaturan posisi yang tepat agar investasi Anda tetap aman dan berkelanjutan.
Strategi Manajemen Risiko Trading Kripto untuk Melindungi Modal Pemula
IHSG kembali melemah selama lima hari beruntun setelah ditutup turun 1,13 persen ke level 6.461,15. Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp349,28 miliar, dengan saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama.

















