Rekomendasi Teknikal Saham AMMN, CTRA, dan HRTA untuk Rabu (22/7)

Rekomendasi Teknikal Saham AMMN, CTRA, dan HRTA untuk Rabu (22/7)

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif dengan ditutup menguat 1,74 persen atau setara 108,24 poin ke level 6.340,02 pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026.

Lonjakan indeks ini memicu optimisme pasar terhadap kelanjutan tren positif pada sesi perdagangan Rabu (22/7/2026).

Sejumlah analis telah memetakan saham-saham yang memiliki potensi pergerakan menarik berdasarkan indikator teknikal terkini.

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi salah satu saham yang mendapat sorotan positif.

Menurut analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, emiten tersebut berhasil mencatatkan fase breakout di atas level psikologis Rp 4.000.

“Peningkatan volume transaksi yang disertai indikator MACD positif mengindikasikan momentum bullish masih berlanjut,” ujarnya dalam analisis teknikal, Selasa (21/7/2026).

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa selama AMMN mampu mempertahankan posisi di atas area breakout tersebut, peluang untuk melanjutkan penguatan masih terbuka lebar.

Pihaknya merekomendasikan strategi trading buy untuk saham ini dengan target resistance di angka Rp 4.350.

Sementara itu, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menunjukkan pergerakan teknikal yang cukup dinamis.

Analis BCA Sekuritas, Achmad Yaki, mencatat kemunculan pola white candlestick atau marubozu pada grafik perdagangan CTRA.

“Indikator RSI menguat dan volume transaksi meningkat, namun Stochastic sudah berada di area overbought,” paparnya, Selasa (21/7/2026).

Kondisi tersebut membuat saham ini rawan aksi jual atau sell on strength.

Potensi koreksi terbuka lebar apabila CTRA gagal menembus area resistance di kisaran Rp 590 hingga Rp 630.

Untuk strategi perdagangan, investor disarankan untuk melakukan trading buy dengan tetap mencermati level support di Rp 530.

Di sisi lain, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) terpantau sedang bergerak dalam fase sideways.

Rentang pergerakan saham ini terjaga di level Rp 1.880 hingga Rp 1.980.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menyatakan bahwa indikator MACD menunjukkan penguatan tren yang selaras dengan RSI di atas level 50.

“Investor dapat mengantisipasi buy on break jika harga mampu menembus level Rp 1.980,” jelasnya, Selasa (21/7/2026).

Strategi ini menargetkan resistance di level Rp 2.150 dengan tetap membatasi risiko pada area support di Rp 1.850.

Kenaikan volume transaksi pada HRTA menjadi sinyal penting yang perlu dipantau oleh pelaku pasar dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, para analis menekankan pentingnya manajemen risiko bagi investor di tengah fluktuasi pasar yang masih terjadi.

Kepatuhan terhadap level support dan resistance menjadi kunci utama dalam menjaga portofolio di tengah sentimen pasar yang sedang mengalami reli.

Para pelaku pasar diharapkan tetap memantau perkembangan data ekonomi domestik yang dapat mempengaruhi pergerakan indeks secara makro pada perdagangan hari berikutnya.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar