Jakarta – PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatatkan realisasi marketing sales sebesar Rp 4,7 triliun sepanjang semester I 2026.
Angka tersebut merepresentasikan penurunan sebesar 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year).
Meskipun terjadi kontraksi, perolehan tersebut dinilai masih selaras dengan target internal perusahaan serta proyeksi para analis pasar.
Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Kevin Halim, menyatakan bahwa performa penjualan perusahaan sangat terbantu oleh peluncuran proyek Citra Homes Halim.
Proyek di Jakarta tersebut berhasil menutupi pelemahan permintaan properti yang terjadi di sejumlah wilayah operasional CTRA lainnya.
“Citra Homes Halim menjadi katalis utama dengan kontribusi penjualan yang melampaui ekspektasi, sementara segmen hunian menengah hingga atas masih menunjukkan ketahanan di tengah siklus properti yang mengalami normalisasi,” kata Kevin dalam riset tertanggal 17 Juli 2026.
Citra Homes Halim mencatatkan pre-sales sebesar Rp 565 miliar dengan tingkat penyerapan pasar mencapai 92%.
Angka penyerapan tersebut melampaui target awal perusahaan yang dipatok di kisaran Rp 300 miliar hingga Rp 400 miliar.
Keberhasilan ini didorong oleh lokasi strategis yang dekat dengan akses infrastruktur transportasi utama seperti Bandara Halim Perdanakusuma dan moda transportasi umum lainnya.
Segmen hunian dengan harga di atas Rp 2 miliar terbukti menjadi penopang utama dengan kontribusi mencapai 67% dari total pre-sales selama semester pertama tahun ini.
Proporsi tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 61%.
Sementara itu, wilayah Jakarta Raya mencatatkan pertumbuhan pre-sales sebesar 3% secara tahunan.
Kondisi berbeda terjadi di wilayah lain, di mana Sumatra mengalami penurunan penjualan sebesar 53% dan Surabaya melemah 51%.
Menanggapi dinamika pasar, Maybank Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham CTRA.
Namun, target harga saham diturunkan menjadi Rp 850 per lembar dari proyeksi sebelumnya.
Penyesuaian ini dilakukan akibat adanya peningkatan diskonto terhadap revalued net asset value (RNAV) menjadi 80%.
Langkah tersebut merupakan respons terhadap kenaikan premi risiko ekuitas yang memengaruhi sektor properti secara luas.
Ke depan, CTRA berencana meluncurkan klaster Versailles dan proyek township baru, Citra Bukit Golf Sentul, pada kuartal IV 2026.
Proyek baru di Sentul tersebut ditargetkan menyasar pasar premium dengan harga hunian mencapai Rp 25 miliar.
Maybank Sekuritas memproyeksikan pendapatan CTRA hingga akhir 2026 dapat mencapai Rp 12,24 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 2,44 triliun.
Pada perdagangan hari ini, Selasa (21/7/2026), saham CTRA terpantau menguat 2,63% ke level Rp 585 per lembar pada pukul 13.40 WIB.






















