Saham GOTO Anjlok 14% ke Level Rp 43 Hari Ini
Sep. 28, 2026
Sep. 28, 2026
Saham GOTO anjlok 14 persen ke level Rp 43 setelah Bursa Efek Indonesia resmi menghapus aturan batas harga minimum Rp 50 per saham. Kebijakan ini memicu tekanan jual dari investor yang sebelumnya tertahan, sekaligus menjadi langkah regulator untuk meningkatkan likuiditas di pasar modal.
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) memperluas portofolio ke sektor hiburan dan gaya hidup untuk menciptakan sumber pendapatan baru. Strategi diversifikasi ini dinilai memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan dalam memperkuat ekosistem wisata perusahaan di tengah pemulihan sektor pariwisata.

IHSG melanjutkan tren pelemahan selama empat hari berturut-turut setelah terkoreksi 0,21% ke level 6.134. Saham GOTO, AADI, dan ADRO mencatatkan penurunan signifikan di tengah sentimen negatif pasar global akibat lonjakan imbal hasil obligasi AS.

PT PP Tbk (PTPP) berpotensi menunda pembayaran bunga enam obligasi dan sukuk senilai Rp 44,68 miliar yang jatuh tempo pada Oktober 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari proses restrukturisasi keuangan perseroan untuk menjaga keberlangsungan usaha dan menyehatkan neraca perusahaan.

IHSG kembali terkoreksi 1,12% ke level 6.079 pada perdagangan Selasa, melanjutkan tren pelemahan selama empat hari beruntun. Penurunan dipicu oleh sentimen negatif global, termasuk kenaikan yield US Treasury, penguatan dolar AS, serta ketegangan geopolitik yang menekan seluruh sektor di bursa.

