Wall Street melemah setelah harga minyak melonjak akibat ketegangan geopolitik dan imbal hasil obligasi Treasury mencapai level tertinggi sejak 2002. Investor kini bersikap waspada menanti laporan kinerja keuangan kuartalan di tengah kekhawatiran inflasi.

Wall Street Melemah Akibat Lonjakan Harga Minyak dan Yield Obligasi
IHSG ditutup melemah 1,88 persen ke level 6.031,28 akibat tekanan jual yang dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Selain sentimen moneter, kekhawatiran akan eskalasi geopolitik di Timur Tengah turut menambah volatilitas pasar saham domestik maupun regional Asia.

IHSG Melemah Tertekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Pasar stablecoin global telah menembus angka US$ 308 miliar, namun porsi stablecoin berbasis rupiah masih sangat minim dengan catatan hanya sebesar 0,005%. Meski demikian, potensi pemanfaatan rupiah di ekosistem aset digital dinilai masih terbuka luas untuk berbagai transaksi strategis.

Pasar Stablecoin Global Tembus US$ 308 Miliar, Porsi Rupiah Masih Minim
The Fed kembali memberi sinyal kenaikan suku bunga akibat inflasi yang masih di atas target, memicu kewaspadaan di pasar keuangan global termasuk kripto. Meski demikian, minat investor domestik tetap tangguh dengan volume transaksi aset kripto di Indonesia yang terus mencatatkan pertumbuhan.


















