Aturan baru Kementerian ESDM yang memperketat penggunaan kontraktor terafiliasi pada sektor tambang memicu beragam respon pasar. Analis menilai kebijakan ini berdampak negatif terbatas, namun emiten dengan ketergantungan tinggi pada anak usaha kini menghadapi tantangan administratif yang kompleks.

Aturan Baru Jasa Tambang Beri Dampak Beragam bagi Emiten Minerba
PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) menyiapkan aksi korporasi berupa right issue senilai Rp200 miliar untuk memperkuat modal kerja dan pengembangan bisnis. Selain itu, perusahaan juga berencana melakukan buyback saham maksimal Rp10 miliar guna menjaga stabilitas dan pertumbuhan kinerja perseroan.

Cipta Perdana (PART) Siapkan Rencana Rights Issue hingga Buyback Saham
Regulasi baru ESDM melalui Keputusan Menteri Nomor 365/2026 memperketat penggunaan jasa pertambangan terafiliasi. Kebijakan ini berpotensi menekan kinerja emiten besar seperti ADRO dan UNTR yang memiliki kontraktor internal, meski terdapat sejumlah pengecualian untuk proyek strategis nasional.

Aturan Baru Jasa Tambang Berpotensi Tekan Kinerja ADRO dan UNTR
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) memperluas portofolio ke sektor hiburan dan gaya hidup untuk menciptakan sumber pendapatan baru. Strategi diversifikasi ini dinilai memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan dalam memperkuat ekosistem wisata perusahaan di tengah pemulihan sektor pariwisata.

















