Harga emas kembali menguat setelah data inflasi produsen AS yang melandai meredakan kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed. Meski demikian, potensi kenaikan harga emas masih dibayangi oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak dunia.
Emas Now memperluas jangkauan bisnisnya dengan membuka cabang baru di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Langkah strategis ini dilakukan untuk menjawab tingginya permintaan investasi logam mulia melalui sistem transaksi yang transparan, efisien, dan berbasis harga pasar global secara real-time.
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali naik pada Sabtu (11/7/2026), dengan harga pecahan satu gram kini dipatok Rp2.655.000. Kenaikan sebesar Rp5.000 ini juga diikuti oleh penguatan harga buyback yang kini berada di level Rp2.415.000 per gram.
Harga emas batangan Antam kembali naik Rp17.000 menjadi Rp2.650.000 per gram pada Jumat (10/7/2026). Selain harga jual yang menguat, harga buyback emas Antam juga mencatatkan kenaikan signifikan menjadi Rp2.405.000 per gram.
Harga emas Antam kembali turun Rp14.000 menjadi Rp2.641.000 per gram pada perdagangan Rabu (8/7/2026). Penurunan juga terjadi pada harga buyback yang kini berada di posisi Rp2.393.000 per gram untuk seluruh pecahan.
Harga emas batangan Antam kembali mengalami penurunan pada Rabu (8/7/2026), dengan harga pecahan satu gram kini berada di angka Rp 2.641.000 atau turun Rp 14.000. Harga buyback juga ikut terkoreksi menjadi Rp 2.393.000 per gram di tengah dinamika pasar logam mulia saat ini.
Harga emas Antam hari ini mengalami penurunan sebesar Rp15.000 per gram, sehingga kini dibanderol menjadi Rp2.655.000. Penurunan harga juga berlaku untuk nilai buyback yang dipatok sebesar Rp2.414.000 per gram bagi seluruh pecahan emas.
Harga emas batangan Antam mengalami penurunan sebesar Rp15.000 menjadi Rp2.655.000 per gram pada Selasa (7/7/2026). Selain harga jual, harga buyback emas Antam juga ikut terkoreksi ke level Rp2.414.000 per gram.
Nilai tukar rupiah menguat tipis ke level Rp 17.642 per dolar AS berkat meredanya spekulasi suku bunga The Fed dan aliran modal asing. Untuk pekan depan, rupiah diprediksi bergerak stabil di rentang Rp 17.500 hingga Rp 17.850 per dolar AS.
Rupiah Menguat Tipis, Simak Proyeksi Pergerakannya untuk Pekan Depan
Petani sawit swadaya terancam akibat kebijakan penertiban kawasan hutan yang belum mengakomodasi hak masyarakat pengelola lahan turun-temurun. Kondisi ini diperburuk dengan aturan tata niaga ekspor satu pintu yang dinilai semakin membebani petani kecil dan menekan harga beli di tingkat lokal.
Petani Sawit Terjepit Konflik Legalitas Lahan dan Aturan Tata Niaga
Bursa Efek Indonesia resmi menunda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dijadwalkan pada 15 September 2026. Langkah ini diambil karena BEI masih menunggu terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan sebagai landasan hukum utama dalam proses demutualisasi bursa.
BEI Masih Menanti Aturan Baru Terkait Proses Demutualisasi Bursa
Investasi saham kini semakin mudah diakses pemula melalui berbagai aplikasi dengan modal terjangkau. Temukan rekomendasi platform investasi terbaik yang sesuai dengan profil risiko Anda serta pentingnya melakukan riset mandiri sebelum mulai berinvestasi.
5 Aplikasi Saham Ramah Pemula dengan Modal Investasi Terjangkau