Jakarta – PT Trimegah Sumber Mas resmi memangkas porsi kepemilikan sahamnya pada emiten penyedia platform voucher digital, PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR), secara signifikan.
Langkah divestasi tersebut terungkap melalui laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Sabtu, 5 September 2026.
Perusahaan pengendali tersebut tercatat telah melego 300 juta lembar saham UVCR melalui transaksi langsung pada Rabu, 2 September 2026.
Aksi korporasi ini dieksekusi dalam dua tahap transaksi, yakni penjualan sebanyak 21 juta lembar dan 279 juta lembar saham biasa.
Seluruh saham tersebut dilepas pada harga Rp 141 per lembar.
Melalui penjualan tersebut, Trimegah Sumber Mas mengantongi dana segar sebesar Rp 42,3 miliar.
Manajemen Trimegah Sumber Mas menyatakan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk kepentingan strategis perusahaan.
“Tujuan dari penjualan saham ini adalah untuk keperluan investasi dan internal perusahaan,” ungkap manajemen Trimegah Sumber Mas dalam laporan keterbukaan informasi.
Keputusan ini berdampak langsung pada komposisi kepemilikan saham pengendali di UVCR.
Sebelum transaksi dilakukan, Trimegah Sumber Mas memegang 623,55 juta lembar saham atau setara 31,18% hak suara.
Pascatransaksi, porsi kepemilikan mereka menyusut menjadi 323,55 juta lembar saham atau sekitar 16,18% dari total saham beredar.
Kendati porsi kepemilikan berkurang hingga separuhnya, pihak perusahaan menegaskan tetap mempertahankan status sebagai pengendali UVCR.
Strategi divestasi ini bukan merupakan langkah pertama yang diambil Trimegah Sumber Mas sepanjang tahun 2026.
Pada Mei lalu, perusahaan juga melakukan aksi serupa dengan menjual 201 juta lembar saham UVCR pada harga Rp 220 per lembar.
Transaksi pada 22 Mei 2026 tersebut menghasilkan dana tambahan sebesar Rp 44,22 miliar bagi pihak pengendali.
Secara akumulatif, Trimegah Sumber Mas telah melepas total 501 juta lembar saham UVCR sepanjang tahun 2026.
Dari dua gelombang besar divestasi tersebut, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 86,52 miliar.
Proses pengurangan kepemilikan saham ini sebenarnya sudah dimulai sejak akhir tahun 2025 lalu.
Catatan perusahaan menunjukkan divestasi awal dilakukan pada 13 November 2025 dengan melepas 62,5 juta lembar saham.
Sekretaris Perusahaan UVCR, Ayu Kusuma Trisyani, sempat memberikan penjelasan terkait aksi jual tersebut.
“Aksi divestasi secara langsung tersebut juga dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi keperluan investasi serta kebutuhan internal perusahaan,” ujar Ayu Kusuma Trisyani dalam keterangan tertulisnya.
Pada saat itu, transaksi dilakukan pada harga eksekusi Rp 118 per saham dengan nilai perolehan Rp 7,37 miliar.
Tren penurunan porsi kepemilikan berlanjut hingga Desember 2025, saat perusahaan kembali melepas 37,5 juta lembar saham di harga Rp 113 per unit.
Rentetan aksi jual ini menunjukkan pola divestasi bertahap yang dilakukan oleh pengendali dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
Meskipun kepemilikan saham terus menipis, hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai rencana investasi spesifik yang akan didanai dari hasil penjualan tersebut.
Pasar terus memantau pergerakan harga saham UVCR menyusul berkurangnya porsi saham yang dikuasai oleh pemegang saham pengendali utama.





















