Mata Uang Asia
Rupiah Terus Menguat ke Level Rp 18.077 per Dolar AS
Jul. 15, 2026
Agu. 20, 2026
Nilai tukar rupiah menguat 0,38 persen ke level Rp 17.771 per dolar AS pada perdagangan Kamis siang. Penguatan ini sejalan dengan tren positif mayoritas mata uang Asia yang berhasil menekan dominasi dolar AS di tengah dinamika pasar regional.
Jul. 17, 2026
Rupiah mencatatkan kinerja impresif dengan menguat 0,24% ke level Rp 17.942 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Kenaikan tersebut menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan performa terkuat di kawasan Asia di tengah tren pelemahan mayoritas mata uang regional lainnya.
Jul. 17, 2026
Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp 17.982 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Pergerakan positif rupiah ini tampak kontras di tengah mayoritas mata uang Asia yang justru mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Jul. 15, 2026
Nilai tukar rupiah terus menunjukkan tren penguatan hingga sesi perdagangan siang di level Rp 18.077 per dolar AS. Kinerja ini menempatkan rupiah sebagai mata uang terkuat kedua di kawasan Asia setelah ringgit Malaysia.
Jul. 10, 2026
Nilai tukar rupiah berhasil menguat 0,35% ke level Rp18.065 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat. Meski mencatatkan kenaikan harian, mata uang Garuda masih mencatatkan akumulasi pelemahan sebesar 0,56% sepanjang pekan ini.
Jul. 7, 2026
Nilai tukar rupiah berhasil menguat tipis ke level Rp17.980 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa. Kinerja positif ini menunjukkan ketahanan mata uang Garuda di tengah dinamika pasar keuangan Asia yang cenderung bervariasi.
Kinerja unitlink saham tertekan dengan kontraksi rata-rata 4,54 persen pada September 2026 akibat pelemahan IHSG. Meski pasar lesu, berikut adalah 10 produk unitlink saham yang berhasil mencatatkan imbal hasil positif di tengah tren negatif tersebut.

PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam resmi menguasai 30,25 persen saham PT Bayan Resources Tbk setelah mengakuisisi 10,08 miliar lembar saham dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Transaksi jumbo senilai Rp26,10 triliun ini mengubah struktur kepemilikan saham emiten batu bara tersebut secara signifi...

FTSE Russell mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market, memberikan kepastian bagi pasar saham domestik. Meski risiko penurunan peringkat mereda, investor disarankan tetap selektif memilih emiten dengan fundamental kuat dan likuiditas memadai di tengah tantangan ekonomi glo...

Bursa Efek Indonesia meminta klarifikasi dari PGUN dan JARR terkait aksi gadai saham yang dilakukan pemegang saham pengendali kepada Bank Mandiri. Manajemen kedua perusahaan memastikan transaksi tersebut tidak mengubah struktur pengendalian maupun kepemilikan saham perseroan.






