Waspadai Aksi Ambil Untung, Cermati Rekomendasi Saham Hari Ini

persen

Waspadai Aksi Ambil Untung, Cermati Rekomendasi Saham Hari Ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Jumat (4/9/2026), setelah mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 1,09% ke level 6.667,89 pada penutupan perdagangan Kamis (3/9/2026).

Potensi kenaikan ini didorong oleh momentum teknikal yang solid setelah indeks berhasil menembus area resistensi krusial di rentang 6.635 hingga 6.666.

Namun, para pelaku pasar tetap diminta untuk tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung atau profit taking yang kerap terjadi menjelang penutupan perdagangan akhir pekan.

Head of Research KISI, Muhammad Wafi, dalam keterangannya Jumat (4/9/2026), menyatakan bahwa indeks saat ini memiliki peluang untuk menguji level resistensi berikutnya pada kisaran 6.700 hingga 6.730.

Ia menambahkan bahwa level dukungan atau support saat ini berada di rentang 6.476 hingga 6.500.

“Given kenaikan tajam hari ini setelah sepekan rally, risiko profit taking genuinely perlu diwaspadai,” ujar Wafi dikutip dari laporan risetnya, Jumat (4/9/2026).

Sentimen positif yang menyokong pergerakan pasar saat ini datang dari kombinasi faktor eksternal dan internal.

Secara regional, mayoritas bursa Asia menunjukkan performa positif yang diikuti dengan penurunan imbal hasil atau yield US Treasury.

Penguatan nilai tukar Rupiah serta tren kenaikan harga komoditas emas dan batu bara juga memberikan dorongan tambahan bagi indeks domestik.

Dari dalam negeri, stabilitas ekonomi terjaga berkat data inflasi Agustus yang terkendali.

Pasar juga memberikan respon positif terhadap kepastian Destry Damayanti yang dikonfirmasi menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Pandangan optimis namun hati-hati juga disampaikan oleh Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, Jumat (4/9/2026).

Ia memproyeksikan IHSG masih memiliki ruang untuk menguat, meski koreksi teknikal dalam jangka pendek tetap terbuka lebar.

Herditya menetapkan level support di angka 6.655 dengan level resistance di 6.714.

Senada dengan hal tersebut, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, memprediksi IHSG berpeluang menguji level 6.705.

Namun, ia menekankan bahwa tekanan jual di akhir pekan dapat membatasi laju kenaikan indeks.

Alrich mematok level support di 6.600 dan level resistance di 6.700.

Selain faktor teknikal, investor kini tengah mengalihkan fokus pada rilis data ekonomi Amerika Serikat, terutama terkait nonfarm payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran.

Data tersebut dianggap krusial karena akan menjadi acuan bagi kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Selain itu, dinamika geopolitik di Timur Tengah serta hasil pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan pada 6 September 2026 turut menjadi perhatian khusus karena berpotensi memengaruhi harga minyak dunia.

Untuk strategi perdagangan hari ini, Wafi merekomendasikan saham CDIA dengan strategi buy pada area 660–690, dengan target harga 735 dan 765, serta stop loss di bawah 630.

Saham SMRA juga masuk dalam daftar rekomendasi dengan area beli di 316–322, target 336 dan 344, serta stop loss di bawah 310.

Analis lain turut menyarankan akumulasi pada saham ASII di kisaran 5.125–5.200 dan BMRI di rentang 4.510–4.590.

Sementara itu, Alrich menyarankan investor untuk mencermati saham JPFA, PANI, CPIN, ANTM, dan ARCI sebagai pilihan utama pada perdagangan Jumat ini.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar