JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pimpinan Abdul Mu’ti berhasil menempati peringkat teratas dalam survei 10 kementerian terbaik yang dirilis oleh lembaga IndoStrategi. Dengan skor 3,35, Kemendikdasmen memimpin daftar kementerian dengan kinerja paling optimal selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Secara keseluruhan, IndoStrategi mencatat kinerja kementerian dalam Kabinet Merah Putih berada pada kategori sedang.
IndoStrategi menyusun daftar ini berdasarkan riset terhadap capaian program prioritas di setiap kementerian. Penilaian menggunakan skala 0 hingga 5, di mana skor 0-2 menunjukkan kinerja buruk, 2-4 kinerja sedang, dan 4-5 kinerja baik.
Berikut adalah 10 kementerian yang dinilai terbaik versi IndoStrategi:
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Abdul Mu’ti) dengan skor 3,35;
- Kementerian Luar Negeri (Sugiono) dengan skor 3,32;
- Kementerian Agama (Nasaruddin Umar) dengan skor 3,26;
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Brian Yuliarto) dengan skor 3,22;
- Kementerian Pertanian (Amran Sulaiman) dengan skor 3,21;
- Kementerian Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa) dengan skor 3,15;
- Kementerian Dalam Negeri (Tito Karnavian) dengan skor 3,14;
- Kementerian Pertahanan (Sjafrie Sjamsoeddin) dengan skor 3,13;
- Kementerian Kehutanan (Raja Juli Antoni) dengan skor 3,08;
- Kementerian Investasi/BKPM (Rosan Roeslani) dengan skor 3,08.
“Berdasarkan hasil penelitian kami, Kemendikdasmen dengan Menteri Abdul Mu’ti menempati posisi pertama dengan skor 3,35,” jelas Direktur Riset IndoStrategi, Ali Noer Zaman, dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (17/10/2025).
Meskipun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dipimpin Purbaya Yudhi Sadewa berada di peringkat keenam dengan skor 3,15 atau kinerja sedang, secara umum semua kementerian dalam Kabinet Merah Putih memperoleh nilai pada kategori sedang. Ali menambahkan, perbedaan skor antar kementerian menunjukkan variasi dalam kecepatan adaptasi terhadap arah kebijakan pemerintahan yang baru. “Tahun pertama ini merupakan masa transisi dari pemerintahan sebelumnya menuju konsolidasi program prioritas Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran,” ujar Ali.
Keunggulan Kemendikdasmen dalam survei ini disebabkan oleh keberhasilan Menteri Abdul Mu’ti menghadirkan berbagai inovasi. Inovasi tersebut meliputi redistribusi guru aparatur sipil negara (ASN), pembaharuan sistem kinerja guru dan kepala sekolah, serta sistem penerimaan murid baru. Ali Noer Zaman menilai kepemimpinan Abdul Mu’ti sukses mewujudkan inovasi yang adaptif terhadap pemerataan kualitas dan kebutuhan pendidikan di era digital. Ia menyebut, “Inovasi pembelajaran deep learning dan koding diapresiasi sebagai langkah adaptif terhadap era digital. Program redistribusi guru ASN mulai memperhatikan pemerataan kualitas pendidikan di daerah.”
Riset IndoStrategi dilaksanakan sejak awal September hingga 13 Oktober 2025 dengan metode purposive sampling. Survei ini melibatkan 424 responden dari 34 provinsi, yang dipilih berdasarkan kriteria pendidikan minimal strata satu (S1) dan pekerjaan tetap seperti guru, dosen, aktivis, karyawan, atau pengusaha. Selain wawancara langsung, penelitian ini juga menganalisis sumber berita daring dan luring, dokumen resmi pemerintah, serta pandangan para pengamat dan akademisi. Untuk memperkuat hasil analisis, IndoStrategi melibatkan 10 ahli dari berbagai bidang dalam diskusi kelompok terpumpun (FGD).






















