Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (11/6). Analis teknikal menilai pasar memiliki momentum untuk bergerak menuju area 6.143 hingga 6.263, sepanjang indeks mampu mempertahankan posisi di atas level support minor 5.519.
Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyatakan bahwa pergerakan IHSG saat ini menunjukkan potensi kelanjutan tren positif dalam jangka pendek. Meski demikian, ia mengingatkan adanya skenario alternatif di mana indeks berisiko terkonsolidasi apabila penutupan harian gagal menembus angka 5.964. Berdasarkan indikator MACD, momentum pasar saat ini dinilai masih berada dalam fase netral.
Secara teknikal, level support IHSG ditempatkan pada kisaran 5.314, 5.052, dan 4.858. Sementara itu, level resistance berada di angka 5.964, 6.264, dan 6.459. Support sendiri merupakan area harga yang diyakini sebagai titik terendah, di mana aktivitas pembelian biasanya meningkat. Sebaliknya, resistance adalah titik tertinggi yang sering memicu aksi jual karena kenaikan harga mulai tertahan.
Sejalan dengan proyeksi tersebut, Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa secara teknikal IHSG masih menunjukkan daya tahan dengan tetap berada di atas rata-rata pergerakan lima hari (MA5) dan ditutup di sekitar level MA10. Penguatan indikator Stochastic RSI di area pivot, serta penyempitan histogram MACD yang mengarah pada pola golden cross, memberikan optimisme bahwa indeks berpeluang menguji level psikologis 6.000.
Namun, pelaku pasar tetap diminta waspada terhadap potensi aksi ambil untung atau profit taking akibat sentimen negatif yang berasal dari faktor eksternal. Faktor fundamental juga menjadi catatan penting, di mana Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mengalami penurunan ke level 120,9 pada Mei 2026 dibandingkan 123 pada April 2026. Data tersebut tercatat sebagai level terendah sejak September 2025.
Penurunan IKK dipicu oleh melemahnya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini, serta persepsi negatif terhadap pembelian barang tahan lama dan ketersediaan lapangan kerja. Meski demikian, terdapat sinyal perbaikan tipis pada ekspektasi ketersediaan lapangan kerja serta aktivitas bisnis ke depan.
Dalam perdagangan hari ini, sejumlah saham menjadi pilihan utama para analis. BinaArtha Sekuritas merekomendasikan investor untuk mencermati saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Senada, Phintraco Sekuritas turut memasukkan INDF, PGAS, dan TLKM dalam daftar rekomendasi, dengan tambahan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) serta PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). Para investor disarankan memperhatikan dinamika pasar secara cermat mengingat volatilitas yang dipengaruhi oleh sentimen domestik maupun global.





















