Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (11/6), dengan bergerak di kisaran level 6.058 hingga 6.178. Optimisme pasar dipicu oleh sentimen domestik yang solid, terutama setelah IHSG mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 2,71 persen atau 155,73 poin ke level 5.902,38 pada penutupan perdagangan Rabu (10/6).
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa pergerakan indeks telah berhasil membentuk pola three outside up candlestick yang didukung oleh indikator Stochastics K_D dan RSI di zona positif. Kenaikan volume perdagangan menjadi indikator kuat bahwa pelaku pasar merespons positif komitmen strategis antara DPR, Himbara, BPJS, dan asuransi BUMN terkait aksi buyback saham untuk memperkuat stabilitas pasar modal.
Selain sentimen korporasi, kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menaikkan suku bunga SRBI dan penguatan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) dinilai efektif menarik arus modal masuk (capital inflow). Langkah ini terbukti mampu menopang nilai tukar rupiah yang mencatatkan penguatan sebesar 0,63 persen ke level Rp 17.944 per USD. Fokus investor hari ini juga tertuju pada rilis data penjualan ritel periode April 2026, yang dipandang sebagai indikator krusial dalam mengukur daya beli masyarakat dan laju konsumsi domestik.
Di sisi lain, kondisi makroekonomi global memberikan tekanan tersendiri. Lonjakan inflasi (CPI) Amerika Serikat dari 3,8 persen menjadi 4,2 persen memicu kekhawatiran bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan kebijakan moneter ketat atau hawkish. Situasi ini berpotensi memicu risiko arus modal keluar (capital outflow) dari pasar negara berkembang. Selain itu, tensi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas pasca-ancaman respons militer Amerika Serikat terhadap Iran yang menembak jatuh helikopter milik AS.
Pasar juga tengah mencermati agenda rebalancing indeks global, termasuk FTSE Russell, yang dijadwalkan efektif mulai Senin, 22 Juni 2026. Ketidakpastian dari sentimen global tersebut mengharuskan investor untuk tetap waspada dalam menentukan langkah di pasar ekuitas.
Dalam laporannya, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk diperhatikan, yakni BREN, ELSA, dan PANI. Sementara itu, MNC Sekuritas memberikan proyeksi yang lebih optimis dengan target penguatan IHSG di rentang 6.065 hingga 6.256. MNC Sekuritas menilai posisi IHSG saat ini berada dalam bagian wave [iv] dari wave 3, sehingga terdapat peluang bagi indeks untuk menguji area 6.065-6.256 sekaligus menembus level Moving Average 20 (MA20). Saham-saham yang masuk dalam rekomendasi MNC Sekuritas meliputi AMMN, BIPI, MINA, dan WIFI.
Perlu dicatat bahwa seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Informasi ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau instruksi untuk membeli, menahan, maupun menjual instrumen investasi tertentu.




















