Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini memasuki fase keseimbangan baru di level Rp 17.000-an. Pada penutupan perdagangan Rabu (22/4), mata uang Garuda berada di posisi Rp 17.181 per dolar AS atau melemah 0,22% dibandingkan hari sebelumnya.
Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyatakan bahwa level Rp 17.000 merupakan realita baru yang sulit dihindari. Ia pun mengaku pesimistis rupiah dapat kembali menguat ke kisaran Rp 16.000 per dolar AS dalam waktu dekat.
Menurutnya, hampir tidak ada alasan fundamental yang cukup kuat bagi rupiah untuk kembali ke level Rp 16.000. Tekanan terhadap rupiah diproyeksikan masih akan berlanjut akibat dinamika global yang belum kondusif, terutama dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Teluk yang berisiko memicu arus modal keluar atau capital outflow.
Data Bank Indonesia (BI) mencatat, sepanjang Januari hingga Maret 2026, investasi portofolio asing mengalami net outflow sebesar US$ 1,7 miliar. Namun, pada awal triwulan II hingga 20 April 2026, aliran modal kembali mencatat net inflows sebesar US$ 1,9 miliar yang ditopang oleh masuknya dana asing ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan SBN.
Dalam menghadapi kondisi ini, Wijayanto menilai langkah BI mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% sudah tepat. Kenaikan suku bunga justru berisiko menekan sektor riil dan memberikan sinyal negatif bagi pelaku usaha serta investor.
Meski demikian, Wijayanto menegaskan bahwa intervensi moneter oleh BI tidak akan cukup tanpa dukungan kebijakan fiskal yang solid. Pemerintah perlu menjaga kredibilitas fiskal melalui kesinambungan anggaran, pengendalian pengeluaran yang tidak rasional, serta mengurangi ketergantungan pada utang.
Ia menambahkan, saat ini fokus kebijakan sebaiknya tidak lagi mengejar penguatan rupiah ke level Rp 16.000, melainkan menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap berada dalam rentang yang aman. Untuk prospek hingga akhir 2026, ia tidak melihat adanya potensi kejutan luar biasa yang akan mengguncang pasar secara ekstrem.























