Tangerang – PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,5 triliun untuk melakukan ekspansi bisnis pada tahun 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai pembukaan sekitar 200 gerai baru di berbagai wilayah Indonesia.
Corporate Secretary PT Midi Utama Indonesia Tbk, Suantopo Po, menyampaikan rencana tersebut usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Alfa Tower, Alam Sutera, Tangerang, Kamis (4/6/2026). Hingga akhir 2025, perseroan tercatat telah mengoperasikan 2.587 gerai yang tersebar mulai dari Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, hingga Maluku dan Papua.
Detail gerai tersebut mencakup 2.503 gerai Alfamidi, 80 gerai Alfamidi Super, dan 4 gerai Midi Fresh.
Terkait kebijakan pembatasan gerai ritel modern di wilayah pedesaan, Corporate Legal & Compliance Director PT Midi Utama Indonesia Tbk, Afid Hermeily, memastikan operasional perusahaan sejauh ini tidak terpengaruh. Hal tersebut dikarenakan model bisnis Alfamidi yang selama ini lebih fokus menyasar pangsa pasar di kawasan perkotaan.
Meskipun demikian, Afid menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk tetap patuh terhadap setiap regulasi, baik yang diterbitkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa pihaknya menghormati aturan yang berlaku karena setiap daerah memiliki ketentuan yang berbeda-beda.
Lebih lanjut, manajemen Alfamidi juga menyatakan dukungan terhadap program pemerintah, termasuk inisiatif pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Menurut Afid, setiap pelaku usaha memiliki target pasar dan segmentasi yang berbeda sehingga keberadaan berbagai model bisnis dapat saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Saat disinggung mengenai potensi kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau Koperasi Desa Merah Putih, pihak perusahaan memberikan respons diplomatis. Perseroan menyatakan pada prinsipnya menghargai seluruh kebijakan pemerintah dan akan mengikuti setiap ketentuan yang berlaku.





















