Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Senin (15/6), dengan melonjak 247,31 poin atau 4,12 persen ke level 6.254,97. Kenaikan tajam ini dipicu oleh aksi beli masif investor pada saham-saham sektor perbankan, khususnya bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Data perdagangan yang tercatat melalui aplikasi Stockbit menunjukkan lonjakan indeks tersebut membawa IHSG melesat dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level 6.007,66. Dominasi saham perbankan pelat merah menjadi motor utama penggerak pasar sepanjang sesi perdagangan hari ini.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan performa paling impresif di antara jajaran bank BUMN lainnya. Saham BMRI ditutup menguat 7,14 persen ke level 4.500 per lembar saham. Tren positif ini diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang mengalami kenaikan sebesar 6,74 persen, sehingga harga sahamnya bertengger di level 3.800 per saham.
Tidak ketinggalan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turut memberikan kontribusi positif terhadap IHSG dengan penguatan sebesar 4,91 persen ke level 2.990 per saham. Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) melengkapi daftar emiten Himbara yang berada di zona hijau setelah sahamnya naik 2,38 persen menjadi 1.290 per saham.
Selain sektor bank pelat merah, optimisme investor juga merambah ke saham perbankan swasta dan syariah. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan kenaikan harga yang cukup signifikan, yakni sebesar 5,91 persen ke level 6.275 per saham. Di sektor perbankan syariah, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga ditutup menguat tipis sebesar 0,27 persen ke level 1.875 per saham.
Lonjakan indeks yang menembus level 6.200 ini mencerminkan tingginya minat beli pelaku pasar terhadap sektor perbankan, yang sering kali dianggap sebagai indikator kesehatan ekonomi nasional. Kenaikan harga saham secara merata di sektor ini menunjukkan adanya kepercayaan investor terhadap fundamental perbankan domestik di tengah dinamika pasar keuangan global.
Analis pasar modal mencatat bahwa akumulasi beli pada saham-saham perbankan besar ini menjadi pendorong utama IHSG mampu menembus level psikologis baru dalam satu hari perdagangan. Sepanjang sesi, tekanan beli yang konsisten pada emiten-emiten dengan kapitalisasi pasar besar (big caps) seperti BMRI, BBRI, dan BBCA memberikan daya dorong yang cukup kuat bagi pergerakan indeks secara keseluruhan.
Hingga penutupan pasar, volume transaksi di bursa terpantau aktif dengan sentimen pasar yang cenderung positif. Kinerja emiten perbankan yang solid sepanjang perdagangan Senin ini diproyeksikan akan terus menjadi perhatian utama investor dalam memantau arah pergerakan IHSG pada hari-hari perdagangan berikutnya.
























