Buenos Aires – Kapten tim nasional Argentina, Lionel Messi, kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola dunia setelah memimpin kemenangan 3-0 atas Aljazair pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan tersebut, Messi mencetak hat-trick yang tidak hanya memastikan poin penuh bagi Albiceleste, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai pemegang rekor terbanyak dalam ajang empat tahunan ini.
Hingga saat ini, tercatat ada 23 rekor Piala Dunia yang melekat pada nama pemain berusia 38 tahun tersebut. Capaian paling fenomenal dalam laga melawan Aljazair adalah keberhasilannya menyamai rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 16 gol. Selain itu, Messi kini resmi menjadi pemain pertama yang tampil dalam enam edisi turnamen berbeda, yakni pada 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026.
Dominasi Messi di lapangan hijau semakin nyata dengan statusnya sebagai pencetak hat-trick tertua dalam sejarah turnamen, yakni pada usia 38 tahun 357 hari. Rekor ini sekaligus menjadi hat-trick pertama Messi di ajang Piala Dunia sepanjang kariernya. Catatan impresif lainnya mencakup jumlah penampilan terbanyak bagi seorang pemain putra dengan total 27 pertandingan, serta memegang rekor sebagai pemain dengan jumlah penghargaan Player of the Match terbanyak, yakni 12 kali.
Sebagai pemimpin di lapangan, Messi juga memegang rekor penampilan terbanyak sebagai kapten tim, yakni 20 laga. Ia melampaui capaian legenda seperti Diego Maradona dan Rafael Marquez. Pengaruh besarnya tidak hanya terletak pada kepemimpinan, tetapi juga ketajaman gol. Messi tercatat sebagai pemain dengan gol terbanyak dari luar kotak penalti, yakni enam gol, melewati rekor sebelumnya yang dipegang pemain Brasil, Rivelino.
Secara statistik, Messi memegang rekor rentang waktu mencetak gol terpanjang, yakni 20 tahun sejak gol pertamanya di edisi 2006 hingga gol terbarunya di 2026. Ia juga menjadi satu-satunya pemain yang mampu mencetak gol di seluruh fase dalam satu edisi turnamen, sebuah prestasi yang ia torehkan saat membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.
Keunggulan Messi juga terlihat dari perolehan penghargaan individu, di mana ia menjadi satu-satunya pemain yang berhasil mengoleksi dua trofi Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen, yakni pada edisi 2014 dan 2022. Selain itu, ia memegang rekor kontribusi gol terbanyak di fase gugur dengan 21 kontribusi, yang terdiri dari gol dan assist, sejajar dengan legenda sepak bola Pele.
Dengan sisa pertandingan di fase grup dan potensi melaju ke babak selanjutnya, Messi memiliki peluang besar untuk melampaui rekor Klose dan menempatkan namanya sebagai pencetak gol tunggal terbanyak sepanjang masa. Konsistensi yang ia tunjukkan di usia yang hampir menyentuh kepala empat menjadi bukti nyata bahwa pengaruh Messi bagi timnas Argentina tetap menjadi yang paling menentukan di panggung sepak bola tertinggi dunia.























