Jakarta – PT Chandra Asri Pacific Tbk mengonfirmasi akuisisi saham PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) sebesar 1,48 persen yang tercatat dalam data pemegang saham Bursa Efek Indonesia per Mei 2026.
Langkah korporasi ini ditegaskan sebagai instrumen investasi jangka pendek untuk pengelolaan portofolio keuangan perusahaan.
Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporasi Chandra Asri Group, Suryandi, menyatakan bahwa pembelian 13,89 juta lembar saham PRDA tersebut tidak memiliki kaitan dengan rencana ekspansi bisnis maupun perubahan arah strategis perusahaan.
Menurutnya, kepemilikan saham ini murni bersifat non-strategis dan tidak merepresentasikan upaya akuisisi, kemitraan strategis, atau pergeseran fokus operasional pada entitas di bawah naungan Chandra Asri Group.
Pihak manajemen menegaskan bahwa kepemilikan saham tersebut tidak memberikan pengaruh maupun keterlibatan Chandra Asri dalam operasional bisnis PT Prodia Widyahusada Tbk.
Suryandi menambahkan bahwa perusahaan berkomitmen untuk menjaga transparansi kepada publik dan investor.
Segala bentuk informasi terkait aksi korporasi akan disampaikan secara terbuka melalui mekanisme pelaporan resmi kepada otoritas bursa sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Langkah ini diambil guna memastikan akurasi dan relevansi data bagi para pemangku kepentingan.
Aksi pembelian saham tersebut berlangsung di tengah dinamika korporasi yang terjadi pada lini bisnis Prodia, khususnya terkait rencana anak usaha mereka, PT Prodia Diagnostic Line, yang tengah memproses rencana penawaran umum perdana saham atau melantai di bursa.
Meski demikian, Chandra Asri menegaskan posisi mereka tetap berada pada koridor pengelolaan aset finansial.
Berdasarkan data komposisi pemegang saham PRDA, PT Prodia Utama masih memegang kendali penuh atas emiten tersebut dengan kepemilikan sebesar 534,37 juta saham atau setara dengan 57 persen.
Posisi pemegang saham utama berikutnya ditempati oleh Bio Majesty Pte Ltd yang menguasai 112,5 juta saham atau 12 persen dari total modal disetor.
Selain itu, PT Prodia Widyahusada Tbk sendiri tercatat memiliki saham treasuri sebanyak 47,72 juta lembar atau 5,09 persen.
Struktur kepemilikan saham PRDA juga melibatkan sejumlah investor institusi global lainnya.
Data BEI mencatat EFG Bank AG Singapore Branch A/C Clients memiliki 30,12 juta saham atau 3,21 persen, serta Caceis Bank Luxembourg Branch/UCITS Clients dengan kepemilikan 10,37 juta saham atau 1,11 persen.
Kehadiran Chandra Asri dalam daftar pemegang saham minoritas PRDA menambah keberagaman profil investor di perusahaan penyedia layanan kesehatan tersebut.
Hingga saat ini, manajemen Chandra Asri Group menyatakan akan terus memantau portofolio investasi mereka secara berkala sesuai dengan strategi pengelolaan keuangan perusahaan, tanpa adanya agenda untuk melakukan intervensi atau perubahan kebijakan pada entitas-entitas yang sahamnya dimiliki oleh perseroan.






















