Danantara Rombak Total Hotel Sultan, Siapkan Ikon Baru Jakarta

persen

Jakarta – Kawasan Hotel Sultan yang terletak di area Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, akan mengalami perombakan total sebagai bagian dari rencana strategis pemerintah dalam menata ulang kawasan olahraga nasional tersebut. Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, menegaskan bahwa pemerintah berencana mengubah kawasan seluas 279 hektare itu menjadi pusat ikonik berstandar internasional.

Dalam rencana pengembangan tersebut, opsi pembongkaran bangunan Hotel Sultan saat ini menjadi salah satu skenario yang dipertimbangkan secara serius. Rosan menyatakan bahwa transformasi kawasan ini bertujuan untuk menciptakan wajah baru Indonesia yang lebih modern dan terintegrasi. Meskipun fungsi perhotelan akan tetap dipertahankan, konsepnya tidak lagi bergantung pada bangunan eksisting yang ada saat ini, melainkan akan diintegrasikan ke dalam desain kawasan yang lebih komprehensif.

Proses penataan ulang kawasan GBK ini akan melibatkan sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya InJourney dan Meru Hotel. Pelaksanaan proyek tersebut akan berjalan setelah seluruh proses finalisasi administrasi di Kementerian Sekretariat Negara rampung sepenuhnya. Fokus utama penataan mencakup revitalisasi fasilitas olahraga, lapangan golf, serta pengembangan berbagai sarana penunjang lainnya agar memenuhi standar global.

Rosan menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat sektor pariwisata nasional, khususnya melalui konsep sport tourism. Dengan menjadikan GBK sebagai pusat olahraga dan ekonomi yang terintegrasi, pemerintah berharap dapat meningkatkan daya tarik Indonesia di mata dunia. Langkah ini dipandang krusial mengingat Indonesia saat ini masih tertinggal dalam sektor pariwisata jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Data Danantara menunjukkan bahwa Indonesia masih perlu bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan, baik dari segi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun rata-rata nilai belanja wisatawan selama berkunjung. Rosan menyoroti bahwa pengeluaran wisatawan di Indonesia saat ini masih berada di bawah angka rata-rata negara tetangga, sehingga diperlukan pengembangan ikon-ikon nasional baru yang mampu menarik minat wisatawan dengan daya beli tinggi.

Rencana perombakan ini tidak hanya menyasar pada aspek fisik bangunan, tetapi juga pada optimalisasi fungsi kawasan agar lebih produktif secara ekonomi. Dengan mengintegrasikan Hotel Sultan ke dalam desain baru yang lebih modern, kawasan GBK diharapkan dapat bertransformasi menjadi destinasi kelas dunia. Rosan menegaskan bahwa meskipun detail teknis mengenai pembongkaran bangunan lama masih dalam tahap pematangan, arah pengembangan kawasan ini sudah dipastikan menuju pada perubahan menyeluruh demi mencapai standar internasional yang kompetitif. Pemerintah menargetkan kawasan GBK nantinya tidak hanya berfungsi sebagai arena olahraga, melainkan juga sebagai pusat kegiatan ekonomi dan wisata terpadu yang dapat meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional secara signifikan.

Rekomendasi