BCA Syariah Perkuat Sumber Dana Murah Respons Kenaikan BI Rate

persen

Jakarta – PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) menerapkan strategi penguatan penghimpunan dana murah atau current account savings account (CASA) sebagai langkah mitigasi pasca kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) yang kini menyentuh level 5,75 persen. Langkah ini diambil perseroan untuk menjaga efisiensi biaya dana di tengah tekanan kebijakan moneter yang ketat.

Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, mengakui bahwa kenaikan BI-Rate secara kumulatif sebesar 100 basis poin (bps) dalam periode singkat memberikan dampak langsung terhadap struktur biaya dana perbankan. Kendati demikian, pihak manajemen menegaskan komitmen untuk patuh terhadap arahan otoritas moneter demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dalam menghadapi tantangan makroekonomi, BCA Syariah fokus meningkatkan kreativitas dalam menjaring nasabah baru. Yuli menekankan bahwa meskipun industri perbankan saat ini dihadapkan pada tantangan daya beli masyarakat menengah ke bawah serta dinamika geopolitik global, prospek pertumbuhan bisnis di Indonesia dinilai masih cukup menjanjikan. Investor dan pelaku usaha domestik dipandang masih melihat pasar Indonesia sebagai destinasi yang potensial, sehingga peluang ekspansi tetap terbuka lebar bagi perbankan yang mampu beradaptasi dengan cepat.

Kinerja keuangan BCA Syariah mencatatkan tren positif di tengah ketatnya persaingan pasar. Per Mei 2026, total Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan tercatat mencapai Rp15,17 triliun, tumbuh sebesar 15,7 persen secara tahunan (yoy). Pada periode yang sama, penyaluran pembiayaan juga menunjukkan performa yang solid dengan angka pertumbuhan mencapai 20,4 persen (yoy) atau sebesar Rp13,12 triliun.

Pencapaian ini sejalan dengan kondisi industri perbankan nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2026 menunjukkan bahwa DPK industri perbankan tumbuh 11,39 persen (yoy) menjadi Rp10.077 triliun. Secara rinci, giro tumbuh 16,99 persen, deposito sebesar 8,65 persen, dan tabungan sebesar 9,00 persen. Sementara itu, penyaluran kredit secara industri tumbuh 9,98 persen menjadi Rp8.755 triliun.

Kebijakan kenaikan suku bunga oleh Bank Indonesia dilakukan melalui serangkaian Rapat Dewan Gubernur (RDG). Setelah sempat mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen sejak September 2025, BI melakukan penyesuaian bertahap mulai Mei 2026. Kenaikan kumulatif 75 bps terjadi pada Mei hingga awal Juni, disusul penyesuaian lanjutan sebesar 25 bps yang membawa BI-Rate ke level 5,75 persen.

Strategi yang diambil BCA Syariah mencerminkan sikap kehati-hatian perbankan dalam mengelola likuiditas di tengah tren suku bunga tinggi. Manajemen menegaskan bahwa kunci utama untuk tetap tumbuh adalah dengan mencermati dinamika pasar secara intensif serta merespons setiap perubahan kebijakan dengan langkah operasional yang tepat sasaran. Fokus pada CASA menjadi prioritas utama agar margin bunga bersih tetap terjaga di tengah tekanan kenaikan biaya dana yang tidak terelakkan.

Rekomendasi