Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan awal pekan, Senin (6/7/2026).
Laju indeks domestik ini sekaligus menandai reli positif selama empat hari berturut-turut.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis melalui RTI Business, IHSG ditutup menguat 0,69 persen atau naik 40,29 poin ke posisi 5.916,07.
Pergerakan indeks sepanjang sesi perdagangan terpantau cukup dinamis dengan rentang pergerakan antara level terendah 5.857 hingga mencapai titik tertinggi di angka 5.935.
Kondisi pasar yang bergairah ini didominasi oleh pergerakan positif mayoritas saham sektoral.
Data pasar menunjukkan bahwa sektor barang konsumer nonprimer menjadi motor utama kenaikan dengan mencatatkan penguatan sebesar 1,25 persen.
Sektor teknologi dan energi juga memberikan kontribusi berarti dengan masing-masing kenaikan sebesar 0,92 persen.
Tidak ketinggalan, sektor transportasi turut menguat 0,68 persen, diikuti oleh sektor properti dan real estate yang naik 0,56 persen.
Sektor keuangan yang menjadi salah satu penggerak utama indeks pun berhasil ditutup di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,54 persen.
Aktivitas perdagangan pada hari tersebut mencatatkan volume transaksi sebesar 19,83 miliar saham.
Total nilai transaksi yang berputar di lantai bursa mencapai Rp 9,5 triliun.
Secara teknis, sentimen positif di pasar modal Indonesia tecermin dari jumlah saham yang mengalami kenaikan harga.
Sebanyak 386 saham ditutup menguat, sementara 242 saham lainnya mengalami pelemahan.
Sebanyak 155 saham sisanya terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan sebelumnya.
Meski tren penguatan IHSG terus berlanjut, investor asing justru masih menunjukkan sikap wait and see melalui aksi jual bersih.
Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 190,9 miliar di seluruh pasar.
Fenomena ini kontradiktif dengan tren kenaikan indeks yang terus mendekati level psikologis 6.000.
Adapun daftar 10 saham dengan nilai net sell asing terbesar pada perdagangan Senin mencakup PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 85,96 miliar.
Selanjutnya, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan jual bersih asing senilai Rp 82,73 miliar.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyusul dengan angka Rp 78,1 miliar.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga masuk dalam daftar dengan nilai masing-masing Rp 42,16 miliar dan Rp 41,21 miliar.
Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatatkan net sell sebesar Rp 23,35 miliar.
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) berada di posisi berikutnya dengan Rp 20,51 miliar.
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mencatatkan angka Rp 19,27 miliar.
PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan Rp 18,13 miliar.
Terakhir, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) melengkapi daftar dengan nilai jual bersih asing sebesar Rp 18,11 miliar.























