Menakar Potensi IPO RANS Entertainment: Peluang Keuntungan atau Jebakan Nilai?

persen

Jakarta – PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026 dengan target perolehan dana segar mencapai Rp 429,25 miliar. Perusahaan media dan hiburan milik pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini menawarkan 2,52 miliar saham baru kepada publik.

RANS menetapkan harga penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di angka Rp 170 per lembar. Rentang harga yang ditawarkan sebelumnya berada di kisaran Rp 135 hingga Rp 170 per saham. Trimegah Sekuritas Indonesia telah ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi tersebut.

Rencana IPO ini mendapat sorotan tajam dari pelaku pasar terkait kondisi fundamental perusahaan. Berdasarkan prospektus resmi, terdapat tujuh anak usaha RANS yang saat ini tercatat tidak beroperasi. Entitas tersebut mencakup bidang restoran, penyelenggara acara, klub olahraga digital, hingga taman rekreasi.

Beberapa anak usaha yang tidak aktif antara lain PT Rans Keluarga Bersama, PT Rans Olahraga Digital, serta PT Rans Boga Indonesia. Sebagian besar perusahaan tersebut didirikan pada periode 2021 hingga 2022.

Kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun buku 2025 juga mengalami tekanan. Pendapatan RANS tercatat merosot 13,91% secara tahunan menjadi Rp 353,37 miliar dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan ikut tergerus sebesar 41,6% menjadi Rp 56,68 miliar.

Manajemen menjelaskan penurunan laba tersebut dipengaruhi oleh basis perbandingan yang tinggi pada 2024. Saat itu, kinerja keuangan terbantu oleh keuntungan nonberulang dari pelepasan entitas anak senilai Rp 44,94 miliar.

Dana hasil IPO nantinya akan dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan dan ekspansi bisnis. Sekitar 6,98% dana akan digunakan untuk pelunasan dipercepat pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Sebagian besar dana, yakni 37,61%, disiapkan sebagai modal kerja konser musik berskala lokal maupun internasional. Selain itu, 19,80% dana akan dipakai untuk akuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia. Sisanya dialokasikan untuk pembangunan wahana edukasi Cipungland dan pengembangan bisnis berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Struktur pemegang saham RANS sebelum IPO didominasi oleh Raffi Ahmad dengan kepemilikan 78,68%. Selain itu, terdapat nama-nama besar seperti PT Indonesia Entertainment Grup milik Grup Emtek, Dony Oskaria, hingga Kaesang Pangarep.

Terkait kekhawatiran pasar mengenai potensi exit liquidity melalui IPO, analis menilai penilaian tersebut terlalu dini. Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menyatakan bahwa investor seharusnya fokus pada aspek fundamental dan tata kelola perusahaan.

“Brand yang kuat biasanya membantu membentuk market sentiment dan menarik trading interest pada fase awal IPO,” ujar Elandry dikutip dari Katadata.co.id, Selasa (23/4).

Di sisi lain, Henan Putihrai Sekuritas memberikan catatan kritis terhadap rencana penawaran saham ini. RANS dinilai memiliki risiko ketergantungan tinggi pada figur key-man, yakni Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Selain itu, valuasi perusahaan dinilai cukup tinggi dengan Price to Earnings Ratio (PER) berada di kisaran 30 hingga 38 kali.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar