IHSG Menguat Tipis, Saham PRDL, RANS, dan ELSA Memimpin Kenaikan

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri sesi perdagangan akhir pekan, Jumat (10/7), di zona hijau dengan penguatan tipis sebesar 0,2 persen atau setara 11,92 poin ke posisi 5.925.

Performa positif indeks utama domestik ini didorong oleh dominasi saham-saham yang mengalami kenaikan harga di pasar reguler.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 364 emiten berhasil mencatatkan penguatan nilai saham.

Sebaliknya, sebanyak 241 perusahaan harus mengalami tekanan koreksi hingga penutupan pasar.

Sementara itu, terdapat 185 perusahaan yang harga sahamnya tetap tidak berubah atau stagnan dibandingkan sesi sebelumnya.

Aktivitas perdagangan sepanjang hari ini tergolong cukup aktif dengan total volume transaksi menyentuh angka 18,41 miliar lembar saham.

Frekuensi transaksi yang tercatat di sistem BEI mencapai 1,91 juta kali sepanjang sesi perdagangan.

Secara keseluruhan, nilai transaksi harian di pasar modal Indonesia menembus angka Rp 8,8 triliun.

Kondisi tersebut turut menjaga kapitalisasi pasar tetap berada di angka Rp 10.363 triliun.

Sektor pertambangan dan energi menjadi motor penggerak utama di balik penguatan IHSG hari ini.

Tercatat ada delapan dari total sebelas sektor di BEI yang ditutup dengan catatan positif.

Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 4,37 persen ke level Rp 2.390 per saham.

Emiten PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) juga menunjukkan tren serupa dengan penguatan sebesar 4,64 persen ke posisi Rp 1.465.

Selain itu, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turut mengekor dengan kenaikan harga sebesar 1,81 persen ke level Rp 338.

Investor tampak masih menaruh kepercayaan besar pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar atau big caps dalam portofolio mereka.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak diburu oleh pelaku pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp 852 miliar.

Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menempati urutan kedua dengan nilai perdagangan sebesar Rp 402 miliar.

Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melengkapi daftar emiten teraktif dengan nilai transaksi mencapai Rp 317 miliar.

Di sisi lain, pergerakan saham lapis kedua dan ketiga menunjukkan volatilitas tinggi dengan munculnya jajaran top gainers.

PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) memimpin daftar penguatan dengan kenaikan 34,57 persen ke level 218.

Saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) turut mencatatkan apresiasi harga sebesar 34,12 persen ke posisi 228.

PT Elnusa Tbk (ELSA) juga menguat cukup tajam sebesar 8,26 persen hingga menyentuh level 655.

Namun, tidak semua saham mampu mempertahankan momentum positif di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

PT Niramas Utama Tbk (JELI) terpaksa memimpin daftar top losers setelah mengalami koreksi sebesar 14,81 persen ke harga 1.495.

PT Nitrasarana Sarana Tbk (JECX) menyusul dengan pelemahan sebesar 13,86 persen ke level 1.430.

Selain itu, saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) ditutup melemah 9,09 persen ke level 500.

Kondisi pasar yang variatif ini mencerminkan sikap investor yang cenderung selektif dalam menanggapi sentimen ekonomi terkini, sebagaimana dilaporkan melalui data resmi Bursa Efek Indonesia, Jumat (10/7/2026).

Rekomendasi

Tinggalkan komentar