Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan ketahanan di zona hijau pada penutupan perdagangan Rabu (15/7/2026) dengan kenaikan tipis sebesar 0,04% atau 2,45 poin ke posisi 6.041,97.
Pergerakan positif tersebut sejalan dengan sentimen pasar di kawasan Asia yang merespons positif meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.
Menjelang perdagangan hari ini, Kamis (16/7/2026), para pelaku pasar mulai melirik sejumlah emiten yang dinilai memiliki potensi teknikal menarik untuk dikoleksi.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi salah satu saham yang mendapat sorotan positif setelah mampu mencatatkan penguatan 1,60% ke level Rp1.910 pada perdagangan sebelumnya.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai TPIA telah menunjukkan momentum penguatan yang cukup solid dengan bertahan di atas MA20.
Menurutnya, saham tersebut kini tengah menguji posisi resistance di level 1.920.
“MACD juga masih bergerak positif, sehingga peluang penguatan lanjutan tetap terbuka,” ujar Reza dikutip dari analisis teknikal harian, Kamis (16/7/2026).
Pihaknya menyarankan strategi buy on breakout jika harga mampu menembus level 1.920, dengan target resistance pada kisaran 2.000 hingga 2.050 dan batas support di 1.850.
Selain itu, sektor material juga mencuri perhatian melalui pergerakan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang ditutup naik 1,96% ke level Rp520.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengamati bahwa MBMA masih tertahan oleh garis resistance trendline meski secara teknikal mampu berada di atas MA20.
“Selama tiga hari ini, MBMA masih didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat,” ungkap Herditya dalam risetnya, Kamis (16/7/2026).
Dia mencatat bahwa indikator Stochastic saat ini tengah menguat dari area netral menuju overbought, sehingga memberikan sinyal untuk strategi buy if break dengan level support di 498 dan resistance di 535.
Sektor perbankan juga tetap menjadi primadona bagi investor, khususnya pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Saham BMRI ditutup menguat 0,96% ke level Rp4.200 pada perdagangan Rabu lalu.
Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyampaikan bahwa BMRI berpotensi melanjutkan tren kenaikan menuju level 4.460 jika berhasil menembus resistance terdekat di 4.280.
“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish,” jelas Ivan dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).
Dia merekomendasikan investor untuk melakukan hold atau trading buy pada rentang harga 4.090 hingga 4.160 dengan target harga terdekat berada di 4.460 dan support di 4.020.
Seluruh rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi acuan investor dalam memitigasi risiko pasar yang masih dibayangi fluktuasi global.





















