New York – Bursa saham Amerika Serikat mencatatkan penguatan pada perdagangan Rabu (15/7/2026) menyusul rilis data inflasi produsen yang melandai serta kinerja keuangan emiten yang melampaui ekspektasi pasar.
Sentimen positif tersebut mendorong indeks utama Wall Street bergerak ke zona hijau di awal sesi perdagangan.
Indeks Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan sebesar 95,9 poin atau 0,18% menjadi 52.604,2.
Indeks S&P 500 turut menguat 28,1 poin atau 0,37% ke level 7.571,72.
Sementara itu, indeks Nasdaq Composite bertambah 154,2 poin atau 0,59% menjadi 26.261,18.
Kinerja emiten sektor keuangan menjadi motor utama penggerak pasar dalam dua hari berturut-turut.
Manajer aset BlackRock mencatatkan lonjakan harga saham sebesar 5,1% pada perdagangan pre-market setelah melaporkan laba yang melampaui estimasi para analis.
Morgan Stanley juga membukukan laba kuartal II yang solid, ditopang oleh tingginya aktivitas merger dan akuisisi, yang mendorong saham bank investasi tersebut naik sekitar 0,5%.
“Bank-bank besar terus menunjukkan kuatnya kondisi keuangan konsumen maupun korporasi di AS. Perbankan yang sehat biasanya menjadi sinyal positif bagi perekonomian secara keseluruhan, dan awal musim laporan keuangan kali ini memberikan nada yang positif,” ujar Senior Vice President UBS Wealth Management, Charlie Anderson, dikutip dari laman Reuters, Kamis (16/7/2026).
Selain sektor perbankan, saham PayPal Holdings mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 19,5%.
Lonjakan ini dipicu oleh kabar adanya tawaran akuisisi senilai US$ 53 miliar dari Stripe dan Advent International.
Dari sisi makroekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan penurunan Producer Price Index (PPI) sebesar 0,3% pada Juni.
Angka ini berlawanan dengan ekspektasi pasar yang sebelumnya memprediksi tidak ada perubahan harga di tingkat produsen.
Data tersebut memperkuat keyakinan bahwa tekanan inflasi di Amerika Serikat mulai mereda secara konsisten.
“Dengan The Fed yang memberikan panduan kebijakan terbatas, setiap rilis data inflasi kini memicu perubahan ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga,” tutur Portfolio Manager Allianz Investment Management, Charlie Ripley, sebagaimana dilansir Reuters.
Berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed berikutnya kini turun menjadi 16%.
Angka tersebut mencerminkan optimisme investor dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di level 41%.
Sektor teknologi, khususnya semikonduktor, turut memberikan kontribusi positif bagi Nasdaq.
Saham ASML yang diperdagangkan di AS menguat 2,5% setelah perusahaan menaikkan proyeksi keuangan tahun 2026 guna merespons permintaan di sektor kecerdasan buatan.
Di tengah optimisme pasar, pelaku investasi tetap mewaspadai risiko geopolitik yang meningkat.
Ketegangan di Timur Tengah memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran.
Situasi tersebut memicu ancaman dari pihak Iran untuk membatasi ekspor energi dari kawasan vital tersebut, yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasar global ke depan.























