Jakarta – PT Indika Energy Tbk (INDY) tengah mengevaluasi rencana strategis untuk melepas kepemilikan aset di sektor pertambangan batubara, yakni PT Kideco Jaya Agung.
Langkah divestasi ini ditaksir memiliki nilai valuasi mencapai lebih dari US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 18,1 triliun.
Informasi mengenai rencana penjualan ini pertama kali mencuat melalui laporan Stockbit Sekuritas yang mengutip pemberitaan Bloomberg, Kamis (16/7/2026).
Manajemen perusahaan dikabarkan telah menunjuk penasihat keuangan untuk memfasilitasi proses penjajakan tersebut.
Proses tersebut mencakup upaya komunikasi dengan sejumlah calon investor potensial guna mengukur minat pasar terhadap aset pertambangan besar tersebut.
Hingga saat ini, PT Indika Energy Tbk tercatat masih menguasai mayoritas saham Kideco Jaya Agung dengan porsi kepemilikan sebesar 91 persen.
Meskipun upaya penjajakan sedang berjalan, skenario untuk tetap mempertahankan aset tersebut masih menjadi salah satu opsi yang tersedia bagi perusahaan.
Diskusi internal mengenai masa depan kepemilikan Kideco Jaya Agung hingga kini masih terus berlangsung secara intensif.
Pihak perwakilan dari PT Indika Energy Tbk maupun PT Kideco Jaya Agung belum memberikan tanggapan resmi terkait isu divestasi tersebut.
Kabar mengenai rencana pelepasan aset batubara ini mendapatkan respons positif dari pelaku pasar modal domestik.
Harga saham emiten berkode INDY tersebut terpantau mengalami lonjakan signifikan sebesar 8,04 persen pada perdagangan intraday hari ini.
Saham perusahaan ditutup sementara di level Rp 2.420 per lembar saham di tengah dinamika rumor pasar tersebut.
Langkah strategis ini dinilai sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk melakukan restrukturisasi portofolio bisnis di tengah transisi energi global.
Kideco Jaya Agung sendiri merupakan salah satu pilar utama pendapatan PT Indika Energy Tbk selama beberapa tahun terakhir.
Ketergantungan perusahaan terhadap sektor batubara memang menjadi sorotan utama dalam agenda transformasi bisnis jangka panjang mereka.
Dengan potensi nilai transaksi yang mencapai belasan triliun rupiah, aksi korporasi ini diproyeksikan akan membawa dampak besar bagi neraca keuangan perusahaan ke depan.
Para analis pasar kini tengah mencermati kelanjutan dari proses penjajakan yang sedang dilakukan oleh pihak manajemen.
Kepastian mengenai apakah aset tersebut akan benar-benar dilepas atau dipertahankan sangat bergantung pada hasil negosiasi dengan calon pembeli.
Investor publik saat ini masih menanti pernyataan resmi dari jajaran direksi PT Indika Energy Tbk perihal kebenaran rencana divestasi ini.
Situasi di lantai bursa mencerminkan optimisme investor terhadap potensi nilai tambah yang mungkin diperoleh perusahaan jika transaksi ini terealisasi.
Perkembangan lebih lanjut mengenai rencana strategis ini akan terus dipantau oleh pelaku industri pertambangan nasional.
























