Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunda pembahasan efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono.
Penundaan ini dilakukan untuk memberikan ruang bagi Sudaryono dalam melakukan konsolidasi internal di lembaga yang dipimpinnya.
“Ketuanya kan ganti, biarin dia konsolidasi dulu. Ini kan masih konsolidasi, tadinya mau minggu ini tapi kan ketuanya ganti,” ujar Purbaya di Jakarta, Kamis (23/7).
Purbaya menegaskan bahwa penundaan pertemuan yang dijadwalkan ulang menjadi pekan depan tersebut bukan disebabkan oleh masalah krusial terkait anggaran.
Ia mengaku ingin menghormati proses transisi kepemimpinan di BGN agar pembahasan program strategis ini nantinya dapat berjalan lebih optimal.
“Enggak ada, tapi kan dia masih konsolidasi. Masa saya ganggu? Biar tenang dulu,” tambahnya.
Terkait wacana efisiensi anggaran sebesar Rp40 triliun yang sempat mencuat, Purbaya menyatakan pemerintah belum mengambil keputusan final.
Pihaknya saat ini masih menunggu usulan resmi dari pimpinan baru BGN mengenai kebutuhan anggaran dan strategi pelaksanaan program di lapangan.
“Saya enggak tahu, nanti saya tunggu dari dia seperti apa. Saya enggak motong, makanya kita dukung supaya efektif pelaksanaannya,” jelas Purbaya.
Mengenai wacana pengecualian pemberian makan gratis bagi siswa dari keluarga mampu, Purbaya menyerahkan sepenuhnya mekanisme tersebut kepada BGN.
Ia menilai bahwa kebijakan tersebut memang berpotensi menghemat anggaran negara jika diterapkan secara tepat sasaran.
“Kalau ada orang kaya biasanya sekolah-sekolah yang bagus-bagus, mungkin nanti kalau mereka bilang mereka enggak mau, yaudah, tapi teknisnya tanya mereka ya,” pungkasnya.






















