Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan akhir pekan, Jumat (24/7/2026), yang dipicu oleh aksi jual besar-besaran oleh investor asing.
Pasar mencatat nilai jual bersih atau net sell investor asing mencapai Rp 1,36 triliun di seluruh pasar.
Akibat arus keluar modal asing tersebut, IHSG harus ditutup melemah signifikan sebesar 118 poin atau 1,88 persen ke level 6.196,43.
Kondisi ini sekaligus menandai pelemahan indeks yang terjadi selama tiga hari berturut-turut.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa tekanan jual melanda seluruh sektor industri tanpa terkecuali.
Tidak ada satu pun indeks sektoral yang mampu bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari Jumat.
Sektor barang konsumer nonprimer memimpin pelemahan dengan koreksi tajam sebesar 3,04 persen.
Diikuti oleh sektor barang baku yang merosot 3,02 persen dan sektor energi yang turun 2,82 persen.
Sektor transportasi dan keuangan juga mencatatkan pelemahan masing-masing sebesar 2,70 persen dan 2,00 persen.
Sektor lainnya seperti infrastruktur, perindustrian, barang konsumer primer, teknologi, properti, dan kesehatan juga terpaksa terkoreksi ke zona merah.
Total aktivitas perdagangan di bursa melibatkan volume sebanyak 37,58 miliar saham.
Nilai transaksi harian di pasar modal domestik tercatat mencapai Rp 17,60 triliun.
Sebanyak 587 saham ditutup melemah, sementara hanya 104 saham yang mampu mencatatkan penguatan.
Sisanya, sebanyak 105 saham berakhir stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Meskipun terjadi penurunan tajam pada akhir pekan, secara akumulatif IHSG masih mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,34 persen dalam periode sepekan terakhir.
Investor asing terpantau melepas saham-saham berkapitalisasi besar dalam jumlah masif.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi sasaran utama aksi jual dengan nilai net sell mencapai Rp 639,69 miliar.
Selanjutnya, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatatkan net sell sebesar Rp 140,38 miliar.
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyusul dengan nilai jual bersih asing sebesar Rp 62,05 miliar.
Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) juga dilepas asing dengan nilai Rp 60,66 miliar.
Selain itu, PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan net sell sebesar Rp 55,09 miliar.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyusul dengan angka Rp 51,6 miliar.
Posisi berikutnya diisi oleh PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan nilai Rp 49,81 miliar.
Aksi jual juga menyasar PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebesar Rp 35,31 miliar.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatatkan net sell Rp 34,48 miliar.
Terakhir, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melengkapi daftar dengan nilai jual bersih asing sebesar Rp 32,35 miliar.
Kondisi pasar yang tertekan ini mencerminkan sentimen negatif yang sedang membayangi investor institusi global.
Dominasi aksi jual asing menjadi faktor utama yang membatasi ruang gerak IHSG untuk melakukan pemulihan harga dalam jangka pendek.
Para pelaku pasar kini menanti langkah selanjutnya guna mengantisipasi volatilitas yang mungkin berlanjut pada pekan mendatang.






















