Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45, MBMA dan INKP Disorot

Ikhwan Setiawan

Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45, MBMA dan INKP Disorot

Jakarta – Pergerakan saham yang tergabung dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan akhir Juli 2026, tepatnya tanggal 31 Juli, menunjukkan dinamika yang variatif dengan dominasi penguatan pada kelompok saham ber-Price Earning Ratio (PER) tinggi.

Kondisi pasar saham domestik pada sesi tersebut diwarnai oleh aksi jual bersih oleh investor asing.

Berdasarkan data yang dihimpun, investor mancanegara tercatat melakukan aksi net sell dengan volume mencapai 1,65 miliar saham.

Secara nilai, aksi jual bersih tersebut setara dengan Rp250,6 miliar.

Perubahan posisi investor asing ini cukup kontras mengingat pada perdagangan sebelumnya mereka sempat mencatatkan aksi beli bersih (net buy).

Dalam analisis pasar, PER merupakan rasio yang membandingkan harga saham dengan laba bersih per saham, sementara PBV digunakan untuk mengukur perbandingan harga saham terhadap nilai aset bersih perusahaan per saham.

Pada kelompok saham dengan PER rendah, PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) tampil sebagai pemimpin penguatan.

Saham INKP mencatatkan kenaikan harga sebesar 2,13% pada penutupan perdagangan.

Meski demikian, secara keseluruhan tidak ada saham di kelompok PER rendah yang mampu mencatatkan lonjakan harga melebihi 3%.

Di sisi lain, PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) mencatatkan penurunan terdalam di kelompok tersebut dengan koreksi sebesar 1,38%.

Sementara itu, saham PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) cenderung stagnan sepanjang sesi.

Dinamika yang lebih agresif justru terlihat pada kelompok saham dengan PER tinggi.

PT Merdeka Battery Materials (MBMA) memimpin penguatan di antara 20 saham gabungan yang dipantau, dengan kenaikan signifikan sebesar 3,48%.

Tren positif juga diikuti oleh PT Barito Pacific (BRPT) dan PT Amman Mineral Internasional (AMMN).

Kedua saham tersebut kompak menguat masing-masing sebesar 3,07% dan 3,02%.

Kinerja serupa ditunjukkan oleh PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) yang naik 2,31%, PT Darma Henwa (DEWA) sebesar 2,22%, serta PT Bumi Resources (BUMI) yang menguat 1,85%.

Di sisi lain, PT United Tractors (UNTR) menjadi satu-satunya saham di kelompok ini yang mengalami tekanan jual dengan penurunan harga 1,24%.

PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) tercatat tidak mengalami perubahan harga atau stagnan di level Rp50 per lembar saham.

Dari sisi valuasi aset, PT Semen Indonesia (SMGR) masih memegang predikat sebagai emiten dengan PBV terendah di antara seluruh saham yang diamati, yakni berada di angka 0,23 kali.

Seluruh data mengenai pergerakan harga, PER, dan PBV tersebut merujuk pada Pusat Data Kontan.

Para pelaku pasar kini tengah mencermati pergeseran tren ini sebagai indikator arah investasi di awal bulan Agustus 2026.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar