Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif pada penutupan perdagangan pekan terakhir Juli 2026.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks acuan tersebut menguat sebesar 0,64 persen.
IHSG berakhir di level 6.236,126, meningkat dari posisi pekan sebelumnya di angka 6.196,430.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengonfirmasi data perdagangan tersebut melalui keterangan resmi yang dirilis pada Minggu (2/8/2026).
“IHSG menguat 0,64 persen, sehingga ditutup pada level 6.236,126 dari posisi 6.196,430 pada pekan sebelumnya,” ujar Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).
Tren kenaikan indeks ini berdampak langsung terhadap nilai kapitalisasi pasar di bursa domestik.
Total kapitalisasi pasar BEI tercatat menyentuh angka Rp10.923 triliun sepanjang pekan ini.
Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 0,48 persen dibandingkan posisi pekan lalu yang berada di level Rp10.870 triliun.
Peningkatan ini setara dengan penambahan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp53 triliun dalam kurun waktu lima hari perdagangan.
Meski indeks mengalami apresiasi, aktivitas perdagangan justru menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan dari sisi volume dan frekuensi.
Rata-rata nilai transaksi harian tercatat merosot 21,86 persen menjadi Rp15,44 triliun.
Angka ini terkoreksi cukup dalam dibandingkan rata-rata transaksi pada pekan sebelumnya yang mencapai Rp19,76 triliun.
Penurunan serupa juga terlihat pada rata-rata volume transaksi harian di pasar modal.
Volume transaksi susut sebesar 31,23 persen menjadi 30,04 miliar lembar saham.
Sebagai perbandingan, volume transaksi pada pekan sebelumnya sempat menembus 43,68 miliar lembar saham.
Selain itu, frekuensi transaksi harian ikut mengalami kontraksi sebesar 31,88 persen.
Tercatat rata-rata frekuensi transaksi harian berada di angka 1,82 juta kali, turun dari 2,67 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Di sisi lain, pergerakan investor asing masih terpantau cenderung melakukan aksi lepas saham.
Pada penutupan perdagangan Jumat (31/7/2026), investor asing mencatatkan nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp250,58 miliar.
Secara akumulatif sepanjang tahun berjalan, total aksi jual bersih oleh investor asing telah mencapai Rp72,987 triliun.
Meski angka tersebut tergolong besar, posisi tersebut sebenarnya menunjukkan perbaikan dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatatkan net sell Rp79,09 triliun.
Dinamika pasar saham ini mencerminkan sikap pelaku pasar yang masih selektif di tengah volatilitas ekonomi global dan domestik.
Meskipun terjadi penguatan indeks, penurunan likuiditas transaksi menjadi catatan penting bagi para pelaku pasar di bursa domestik.
Para analis dan investor kini mengamati apakah tren penguatan IHSG dapat bertahan pada perdagangan pekan depan.
Stabilitas kapitalisasi pasar menjadi indikator utama dalam menjaga kepercayaan investor di tengah perlambatan frekuensi transaksi.
























