Delta Giri (DGWG) Cetak Kenaikan Penjualan dan Laba Semester I-2026

Kholida Rahman

Delta Giri (DGWG) Cetak Kenaikan Penjualan dan Laba Semester I-2026

Jakarta – PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) membukukan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang Semester I 2026.

Perusahaan agribisnis terintegrasi tersebut mencatat penjualan bersih sebesar Rp 2,39 triliun hingga 30 Juni 2026.

Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 44,77% atau setara dengan kenaikan Rp 738,58 miliar jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang hanya mencapai Rp 1,65 triliun.

Kenaikan pendapatan tersebut berkorelasi langsung dengan peningkatan laba bruto perusahaan.

Laba bruto DGWG melonjak 32,66% menjadi Rp 619,52 miliar dari posisi sebelumnya di angka Rp 467,00 miliar pada Semester I 2025.

Efisiensi operasional yang terjaga turut mendongkrak laba sebelum pajak perusahaan secara signifikan.

Laba sebelum pajak tercatat naik 95,55% menjadi Rp 140,60 miliar, melonjak tajam dibandingkan raihan tahun sebelumnya yang berada di level Rp 71,90 miliar.

Peningkatan profitabilitas juga terlihat pada laba tahun berjalan yang mencapai Rp 103,55 miliar.

Nilai tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 93,06% dari capaian Semester I 2025 yang tercatat sebesar Rp 53,64 miliar.

Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 99,72 miliar.

Kondisi ini berdampak positif pada laba per saham atau Earning Per Share (EPS) yang naik menjadi Rp 17 per saham, dari sebelumnya hanya Rp 9 per saham.

Corporate Secretary PT Delta Giri Wacana Tbk, Denny Loryta Davinci, menilai capaian tersebut merupakan bukti keberhasilan strategi diversifikasi produk dan perluasan jaringan distribusi.

“Pertumbuhan yang kami raih pada Semester I 2026 menunjukkan bahwa strategi bisnis perusahaan berada pada jalur yang tepat,” ujar Denny dalam keterangan resminya, Senin (3/8/2026).

Denny menambahkan bahwa peningkatan penjualan telah berhasil dikonversi menjadi pertumbuhan laba yang lebih tinggi melalui pengelolaan operasional yang efektif.

“Peningkatan penjualan berhasil dikonversi menjadi pertumbuhan laba yang lebih tinggi, mencerminkan efektivitas pengelolaan operasional serta semakin kuatnya sinergi di seluruh ekosistem bisnis DGW Group,” lanjutnya dikutip dari keterangan resmi perusahaan.

Manajemen DGWG menyatakan optimisme tinggi dalam mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun 2026.

Keyakinan tersebut didasari oleh prospek sektor pertanian nasional yang dipandang masih sangat kondusif.

Perusahaan menyoroti implementasi mandatori biodiesel B50 serta rencana pemerintah menuju B60 pada tahun 2028 sebagai katalis utama.

Kebijakan tersebut dipandang sebagai komitmen jangka panjang dalam memperkuat hilirisasi komoditas agribisnis dan ketahanan energi nasional.

Selain itu, DGWG juga memproyeksikan bahwa berbagai program pemerintah terkait peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan akan terus memicu permintaan terhadap sarana produksi pertanian.

“Dengan portofolio produk yang lengkap, inovasi yang berkelanjutan, dan jaringan distribusi nasional, Perseroan optimistis dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat pertumbuhan bisnis sekaligus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” tutupnya dikutip dari keterangan resmi perusahaan, Selasa (4/8/2026).

Rekomendasi

Tinggalkan komentar