Kinerja London Sumatra Indonesia (LSIP) Melesat Sepanjang Semester I 2026

persen

Kinerja London Sumatra Indonesia (LSIP) Melesat Sepanjang Semester I 2026

Jakarta – PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) mencatatkan lonjakan profitabilitas yang signifikan pada paruh pertama tahun 2026.

Laba bersih perusahaan melonjak hingga 25 persen secara tahunan menjadi Rp891 miliar per 30 Juni 2026.

Pencapaian ini didukung oleh pertumbuhan penjualan yang konsisten sepanjang semester I 2026.

Data keuangan perusahaan menunjukkan total penjualan mencapai Rp2,69 triliun, atau meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dominasi produk kelapa sawit masih menjadi motor utama penggerak pendapatan perseroan.

Segmen kelapa sawit memberikan kontribusi sebesar 95 persen terhadap total pendapatan selama semester I 2026.

Sisanya, sebesar 4 persen berasal dari segmen lain dan 1 persen disumbang oleh segmen palm kernel.

Kinerja operasional juga menunjukkan efisiensi yang terjaga dengan kenaikan laba usaha sebesar 28 persen secara tahunan menjadi Rp918 miliar.

Laba bruto perusahaan tercatat berada pada angka Rp863 miliar.

Presiden Direktur PT PP London Sumatra Indonesia Tbk, Tan Agustinus Dermawan, menyatakan bahwa tren positif ini didorong oleh kenaikan volume penjualan serta penguatan harga jual rata-rata produk sawit.

“Meskipun berbagai tantangan pada sektor agribisnis terus berlanjut termasuk volatilitas harga komoditas, kondisi cuaca, dan ketidakpastian global, Lonsum mencatatkan kinerja positif pada semester pertama tahun 2026,” ujarnya dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat (31/7/2026).

Dari sisi produksi, volume Tandan Buah Segar (TBS) inti tercatat stabil di angka 505.000 ton.

Peningkatan produksi Crude Palm Oil (CPO) sebesar 5 persen secara tahunan menjadi 136.000 ton berhasil dicapai.

Kenaikan tersebut dipicu oleh peningkatan tingkat ekstraksi CPO serta tambahan pasokan TBS dari pihak eksternal.

Manajemen menegaskan fokus perusahaan pada keberlanjutan dan efisiensi di tengah kondisi pasar yang dinamis.

“Lonsum tetap berkomitmen, antara lain, pada pengendalian biaya, efisiensi operasional dan prioritisasi belanja modal, dengan berfokus pada peningkatan produktivitas serta menerapkan praktik-praktik agrikultur secara berkelanjutan,” papar Tan Agustinus Dermawan dalam dokumen yang sama.

Hingga penutupan semester I 2026, perusahaan mengelola lahan tertanam kelapa sawit seluas 109.258 hektare.

Selain itu, terdapat lahan karet seluas 15.717 hektare dan tanaman lainnya seluas 3.982 hektare.

Posisi keuangan perusahaan terpantau semakin kuat dengan total aset mencapai Rp16,29 triliun per 30 Juni 2026.

Angka aset ini meningkat signifikan dibandingkan catatan per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp15,54 triliun.

Kondisi likuiditas perusahaan juga terjaga dengan kas dan setara kas akhir periode sebesar Rp8,37 triliun.

Jumlah kas tersebut mengalami kenaikan dibandingkan posisi Rp6,5 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Tren penguatan kinerja ini menempatkan perusahaan dalam posisi strategis untuk menghadapi tantangan industri agribisnis di sisa tahun 2026.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar