Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan akhir pekan, Jumat (7/8/2026), dengan penguatan signifikan di tengah sentimen domestik yang tetap solid.
Berdasarkan data RTI pada pukul 09.09 WIB, IHSG tercatat naik sebesar 0,45% atau setara 28,822 poin ke level 6.372,533.
Pergerakan positif ini didorong oleh aksi beli investor pada 275 saham, sementara 208 saham lainnya mengalami koreksi dan 205 saham terpantau stagnan.
Volume perdagangan pagi ini mencapai 4,4 miliar saham dengan total nilai transaksi menyentuh angka Rp 1,5 triliun.
Sektor energi menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan indeks sebesar 1,05%.
Sektor infrastruktur menyusul dengan apresiasi 0,92% dan sektor properti naik 0,80%.
Saham-saham yang masuk dalam daftar top gainers LQ45 antara lain PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang menguat 3,35% ke level Rp 185.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga mencatatkan kenaikan serupa sebesar 3,35% menjadi Rp 9.250 per saham.
Selain itu, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) turut menguat 2,29% ke posisi Rp 1.115.
Di sisi lain, saham yang tertekan meliputi PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang turun 1,18% ke Rp 1.670.
PT Elang Mahkota Tbk (EMTK) terkoreksi 0,94% ke Rp 525, diikuti PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang juga melemah 0,94% ke level Rp 2.100.
Optimisme pasar domestik didukung oleh data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 yang mencapai 5,29% secara tahunan (year on year).
Capaian tersebut melampaui ekspektasi pasar secara keseluruhan.
Faktor pendukung lainnya mencakup penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, serta tambahan stimulus pemerintah untuk semester II-2026.
Secara eksternal, harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Fed, turut menjaga optimisme investor.
Pelaku pasar saat ini memfokuskan perhatian pada pengumuman calon Gubernur Bank Indonesia yang akan diputuskan dalam waktu dekat.
Keputusan krusial ini dinilai akan menentukan arah kebijakan moneter serta stabilitas nilai tukar rupiah di masa depan.
Investor juga menantikan rilis data cadangan devisa yang diproyeksikan bertahan di kisaran US$ 145,6 miliar.
Selain itu, Indeks Harga Properti diprediksi akan tumbuh sebesar 0,8% secara tahunan.
Meski pasar domestik menguat, investor global tetap bersikap waspada menjelang publikasi data ketenagakerjaan Amerika Serikat.
Data tersebut dianggap sebagai indikator utama penentu kebijakan suku bunga The Fed ke depannya.
Kondisi bursa regional Asia cenderung bervariasi dengan indeks MSCI Asia-Pacific di luar Jepang bergerak mendatar, sebagaimana dilansir dari Reuters pada Jumat (7/8/2026).
Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat turun 0,9%, sedangkan KOSPI di Korea Selatan melemah 0,5%.
Sementara itu, indeks CSI 300 di China mampu menguat 0,2% di tengah penantian data neraca perdagangan yang diprediksi mencatat surplus US$ 107 miliar.
























