Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari ini, Kamis (6/8/2026), dengan berada di zona merah.
Indeks utama bursa domestik tersebut tercatat terkoreksi tipis sebesar 7,42 poin atau 0,12 persen.
Angka penutupan indeks parkir di level 6.343,71 pada akhir perdagangan sore ini.
Data perdagangan menunjukkan dinamika pasar yang cenderung menekan pergerakan harga saham secara umum.
Terdapat sebanyak 337 saham yang mengalami penurunan harga di sepanjang hari ini.
Sementara itu, jumlah saham yang berhasil mencatatkan penguatan tercatat sebanyak 265 emiten.
Sebanyak 192 saham lainnya terpantau bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan hari sebelumnya.
Sentimen negatif tampak lebih mendominasi pasar dibandingkan katalis positif yang ada.
Hal ini tercermin dari mayoritas indeks sektoral yang tergelincir ke zona pelemahan.
Tercatat ada tujuh indeks sektoral yang harus menelan tekanan jual cukup dalam.
Sebaliknya, hanya empat indeks sektoral yang mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi.
Sektor energi menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan sebesar 1,43 persen.
Kinerja positif juga dicatatkan oleh sektor perindustrian yang menguat sebesar 0,86 persen.
Sektor transportasi turut memberikan kontribusi positif dengan apresiasi sebesar 0,59 persen.
Di sisi lain, sektor properti memimpin pelemahan dengan koreksi sedalam 0,70 persen.
Sektor kesehatan mengekor dengan penurunan sebesar 0,48 persen.
Sektor teknologi juga tidak mampu menghindari tekanan dengan koreksi sebesar 0,40 persen.
Aktivitas transaksi di lantai bursa terpantau cukup ramai sepanjang hari ini.
Total volume perdagangan saham mencapai angka 54,19 miliar lembar saham.
Nilai transaksi harian yang dibukukan oleh investor mencapai Rp 17,79 triliun.
Dinamika saham-saham dalam indeks LQ45 menunjukkan variasi kinerja yang cukup kontras.
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 7,92 persen.
Posisi berikutnya diisi oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang naik 6,67 persen.
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melengkapi jajaran top gainers dengan penguatan 6 persen.
Sementara itu, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) memimpin daftar pelemahan dengan koreksi 3,64 persen.
Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga tertekan dengan penurunan sebesar 2,41 persen.
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) melengkapi daftar top losers dengan pelemahan 2,34 persen.
Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah pergerakan nilai tukar Rupiah yang ditutup menguat tipis ke level Rp 17.923 per Dolar AS, sebagaimana dilansir dari data pasar yang dirilis pada Kamis (6/8/2026).
Kondisi pasar Asia secara umum juga menunjukkan pergerakan yang variatif atau mixed sepanjang hari ini.
Investor saat ini tampak bersikap lebih selektif dalam menanggapi pergerakan sektor-sektor yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap suku bunga dan kondisi makroekonomi domestik.























