Jakarta – Performa pasar modal Indonesia sepanjang periode perdagangan 24 hingga 28 Agustus 2026 menunjukkan tren pelemahan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan koreksi tipis di akhir pekan.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi bahwa indeks ditutup melemah sebesar 0,12 persen.
Level penutupan IHSG berada di angka 6.518,121, turun dari posisi pekan sebelumnya di level 6.525,690.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, memberikan penjelasan mengenai dinamika pasar tersebut.
“IHSG mengalami perubahan 0,12 persen, sehingga ditutup pada level 6.518,121 dari posisi 6.525,690 pada pekan sebelumnya,” ujar Kautsar dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (29/8/2026).
Penurunan indeks ini berdampak langsung pada nilai kapitalisasi pasar di BEI.
Total kapitalisasi pasar menyusut hingga Rp18 triliun dibandingkan pekan sebelumnya.
Saat ini, kapitalisasi pasar tercatat berada di angka Rp11.431 triliun.
Angka tersebut mencerminkan penurunan sebesar 0,16 persen dari posisi pekan sebelumnya yang sempat menyentuh Rp11.449 triliun.
Kondisi pasar yang lesu juga terlihat dari penurunan volume transaksi harian secara signifikan.
Rata-rata volume transaksi harian mengalami koreksi paling tajam, yakni sebesar 28,33 persen.
Volume transaksi turun menjadi 36,05 miliar lembar saham, dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 50,30 miliar lembar saham.
Selain volume, rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami kontraksi sebesar 2,64 persen.
Frekuensi transaksi harian tercatat sebanyak 2,15 juta kali, turun dari 2,21 juta kali pada pekan sebelumnya.
Nilai transaksi harian di pasar modal turut tertekan dengan penurunan sebesar 1,84 persen.
Rata-rata nilai transaksi harian kini berada di posisi Rp15,29 triliun, lebih rendah dari capaian sebelumnya yakni Rp15,57 triliun.
Aksi jual oleh investor asing menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan pasar.
Pada penutupan perdagangan Jumat (28/8/2026), investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp482,24 miliar.
Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan, investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih mencapai Rp70,36 triliun.
Angka jual bersih tahunan ini menunjukkan sedikit perubahan dibandingkan pekan lalu yang berada di posisi Rp70,64 triliun.
Tekanan jual dari investor asing ini terjadi di tengah sentimen pasar yang cenderung berhati-hati.
Para pelaku pasar kini tengah memantau berbagai indikator ekonomi untuk menentukan langkah investasi ke depan.
Meskipun terjadi koreksi, aktivitas perdagangan di BEI tetap berlangsung normal dengan fluktuasi yang masih dalam batas wajar.
Para investor diharapkan tetap memperhatikan fundamental emiten sebelum mengambil keputusan transaksi di tengah kondisi pasar yang sedang terkoreksi ini.























