Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif pada perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (1/9/2026).
Indeks utama bursa domestik tersebut berhasil menguat 39,035 poin atau sekitar 0,6 persen ke level 6.564,513.
Tren kenaikan ini didorong oleh dominasi penguatan pada mayoritas indeks sektoral yang melantai di Bursa Efek Indonesia.
Sektor perindustrian memimpin laju penguatan dengan kenaikan signifikan sebesar 2,45 persen hingga penutupan sesi pertama.
Dinamika positif juga menyelimuti sektor energi yang mencatatkan apresiasi sebesar 1,5 persen.
Sektor transportasi dan logistik turut memberikan kontribusi dengan kenaikan sebesar 1,26 persen.
Sementara itu, sektor keuangan yang memiliki bobot besar dalam indeks turut menguat sebesar 1,13 persen.
Kinerja hijau juga merambah sektor kesehatan dengan kenaikan 0,58 persen.
Sektor barang konsumer non-primer dan barang konsumen primer masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 0,45 persen dan 0,34 persen.
Sektor properti dan real estate serta sektor barang baku melengkapi daftar penguatan dengan kenaikan masing-masing 0,33 persen dan 0,04 persen.
Di sisi lain, tidak semua sektor bergerak di zona hijau selama sesi perdagangan pagi hingga siang ini.
Sektor infrastruktur tercatat sebagai sektor dengan pelemahan paling dalam, yakni terkoreksi sebesar 0,26 persen.
Sektor teknologi juga mengalami tekanan jual yang tipis sebesar 0,09 persen.
Aktivitas perdagangan di pasar modal terpantau cukup ramai dengan total volume transaksi mencapai 28,49 miliar saham.
Nilai transaksi yang dibukukan oleh investor sepanjang sesi pertama mencapai Rp 10,21 triliun.
Data perdagangan menunjukkan bahwa sebanyak 385 saham mengalami kenaikan harga.
Sebaliknya, terdapat 221 saham yang harus mengalami koreksi harga.
Sementara itu, sebanyak 183 saham lainnya terpantau bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Pada jajaran saham berkapitalisasi besar atau LQ45, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar 7,69 persen.
Diikuti oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang menguat 7,42 persen dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang naik 6,25 persen.
Sebaliknya, saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjadi salah satu yang memimpin daftar penurunan dengan koreksi 3,44 persen.
Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) juga mengalami pelemahan sebesar 3 persen.
Posisi saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turut tertekan dengan penurunan sebesar 2,28 persen pada akhir sesi pertama.
Penguatan IHSG di tengah variasi kinerja sektoral ini mencerminkan optimisme investor terhadap fundamental emiten tertentu.
Sentimen pasar tetap terjaga meskipun terdapat tekanan pada sektor infrastruktur dan teknologi.
Para pelaku pasar kini menanti arah pergerakan indeks pada sesi kedua perdagangan hari ini untuk melihat apakah tren penguatan dapat dipertahankan.




















