Merdeka Battery (MBMA) Pertimbangkan Rencana Penjualan Saham di Bursa Hong Kong

Ikhwan Setiawan

Merdeka Battery (MBMA) Pertimbangkan Rencana Penjualan Saham di Bursa Hong Kong

Jakarta – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) kini tengah menjajaki opsi untuk menerbitkan depositary receipts di bursa Hong Kong sebagai strategi alternatif penghimpunan modal.

Langkah strategis ini dilakukan perusahaan guna memperkuat struktur permodalan di tengah tantangan pasar keuangan domestik yang sedang lesu.

Rencana tersebut terungkap melalui laporan Bloomberg, Selasa (8/9/2026), yang menempatkan perusahaan sebagai entitas tambang Indonesia terbaru yang melirik pasar modal internasional.

Sumber yang mengetahui detail rencana tersebut menyatakan bahwa besaran dana yang diincar serta jadwal eksekusi aksi korporasi masih dalam tahap kajian mendalam.

Hingga saat ini, belum ada kepastian mutlak apakah rencana tersebut akan segera direalisasikan atau memerlukan penyesuaian lebih lanjut.

Pihak manajemen PT Merdeka Battery Materials Tbk sendiri belum memberikan tanggapan resmi saat dimintai konfirmasi mengenai kabar tersebut.

Keputusan melirik pasar Hong Kong dipicu oleh kondisi pasar domestik yang saat ini menghadapi tantangan likuiditas yang cukup ketat.

Selain itu, imbal hasil di pasar saham dalam negeri dinilai kurang menarik bagi para investor besar.

Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot hingga 23% sepanjang tahun ini turut menjadi faktor pendorong perusahaan mencari pendanaan di luar negeri.

Penurunan tersebut menempatkan indeks domestik sebagai salah satu yang berkinerja terburuk di antara pasar utama kawasan Asia-Pasifik.

Tren ekspansi ke bursa Hong Kong sebenarnya bukan hal baru bagi grup perusahaan terkait.

Sebelumnya, PT Merdeka Gold Resources Tbk yang merupakan entitas di bawah naungan PT Merdeka Copper Gold (MDKA) telah sukses menggalang dana sebesar HK$2,4 miliar atau setara US$306 juta pada Juni lalu.

Selain itu, PT Amman Mineral Internasional (AMMN) dilaporkan turut mempertimbangkan langkah serupa untuk mencatatkan diri di bursa yang sama.

Secara operasional, PT Merdeka Battery Materials Tbk memposisikan dirinya sebagai salah satu produsen nikel skala besar dengan aset utama di Pulau Sulawesi.

Namun, kinerja saham perusahaan di bursa domestik mengalami tekanan dengan koreksi mencapai 10,5% sepanjang tahun berjalan.

Penurunan harga logam global serta kenaikan biaya sulfur menjadi faktor utama yang membebani margin keuntungan perusahaan.

Sulfur diketahui merupakan komponen bahan baku krusial dalam proses produksi nikel kelas baterai yang menjadi lini bisnis utama MBMA.

Saat ini, perusahaan memiliki kapitalisasi pasar yang tercatat berada di kisaran US$3,1 miliar.

Para analis menilai langkah dual listing atau penerbitan instrumen keuangan di luar negeri menjadi cara efektif bagi emiten tambang untuk menarik minat investor asing.

Langkah ini juga dipandang sebagai upaya diversifikasi pendanaan guna menjaga keberlangsungan proyek-proyek strategis di masa depan.

Pasar saat ini masih menunggu pernyataan resmi dari perusahaan terkait kepastian rencana pendanaan tersebut.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar