Kalbe Farma (KLBF) Resmi Ubah Jadwal Buyback Saham Rp 500 Miliar

Rayhan Akhari

Kalbe Farma (KLBF) Resmi Ubah Jadwal Buyback Saham Rp 500 Miliar

Jakarta – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) secara resmi mengumumkan rencana pembelian kembali atau buyback saham dengan total anggaran mencapai Rp500 miliar.

Aksi korporasi ini akan dilaksanakan tanpa melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Keputusan ini diambil setelah manajemen perusahaan melakukan penyesuaian jadwal pelaksanaan yang sempat mengalami perubahan.

Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma, Maria Teresa Fabiola, menyatakan bahwa periode buyback saham dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan.

Kegiatan ini akan dimulai pada 17 September 2026 hingga 17 Desember 2026, sesuai dengan ketentuan POJK No. 13/2023.

Sebelumnya, perusahaan sempat merilis rencana serupa pada 15 September 2025 dengan jadwal berbeda, namun pihak manajemen memutuskan untuk membatalkan rencana tersebut beberapa jam setelah pengumuman awal.

Terkait pendanaan, perusahaan memastikan seluruh biaya operasional akan ditopang oleh kas internal.

“Perkiraan nilai nominal saham yang akan dibeli kembali adalah sebesar-sebesarnya Rp500 miliar dengan dana internal sebagai sumber pembiayaan pembelian kembali saham,” jelas Maria dalam keterbukaan informasi, Rabu (16/9/2026).

Selain nilai pokok buyback, perusahaan juga menyiapkan anggaran tambahan untuk menutupi biaya operasional.

Biaya yang timbul dari pembelian kembali saham, seperti biaya perantara pedagang efek dan biaya terkait lainnya, dibatasi maksimal sebesar 0,1% dari total nilai buyback.

Manajemen juga telah menghitung dampak finansial dari aksi korporasi tersebut terhadap kondisi kas perusahaan.

KLBF memproyeksikan penurunan pendapatan bunga mencapai sekitar Rp8,4 miliar setelah periode buyback berakhir.

Meskipun terdapat potensi penurunan pendapatan bunga, Maria menegaskan bahwa hal tersebut tidak memberikan dampak material bagi kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Dengan mempertimbangkan penurunan penghasilan bunga dan perubahan jumlah saham yang beredar, perusahaan memperkirakan proforma laba per saham akan berada di angka Rp81,44 jika buyback dilakukan secara penuh.

Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap nilai fundamental perusahaan.

“Buyback diharapkan memberikan keyakinan kepada investor atas nilai saham Perseroan secara fundamental,” ujar Maria dikutip dari dokumen keterbukaan informasi.

Selain itu, program ini memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola struktur modal jangka panjang.

Saham yang telah dibeli kembali atau saham treasuri nantinya dapat dialihkan di masa mendatang.

Pengalihan tersebut diharapkan mampu memberikan nilai optimal untuk meningkatkan imbal hasil bagi para pemegang saham.

Langkah ini mempertegas posisi Kalbe Farma dalam menjaga stabilitas nilai saham di tengah dinamika pasar modal yang terus berubah.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar