Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang cukup signifikan pada perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (22/9/2026).
Indeks utama bursa domestik tersebut tercatat terkoreksi 71,16 poin atau setara dengan pelemahan 1,11%.
Angka tersebut menempatkan posisi IHSG di level 6.313,566 saat penutupan sesi pertama pukul 12.00 WIB.
Sentimen negatif tampak mendominasi pasar, terlihat dari seluruh indeks sektoral yang kompak bergerak di zona merah.
Tekanan paling dalam dialami oleh IDX Sektor Energi yang merosot tajam hingga 2,21%.
Kondisi serupa terjadi pada IDX Sektor Perindustrian yang mencatatkan penurunan sebesar 1,7%.
Sektor Properti dan Real Estate pun tak luput dari koreksi dengan pelemahan mencapai 1,35%.
Penurunan juga membayangi IDX Sektor Barang Baku yang terkoreksi 1,19% hingga akhir sesi pertama.
IDX Sektor Barang Konsumen Primer turut melemah sebesar 1,16% di tengah tren negatif pasar.
Sektor Kesehatan mengalami koreksi sebesar 0,95% sementara sektor Infrastruktur turun 0,88%.
Sektor Keuangan juga mencatatkan pelemahan sebesar 0,79% pada perdagangan siang ini.
Koreksi lebih lanjut terlihat pada IDX Sektor Transportasi dan Logistik yang turun 0,77%.
IDX Sektor Teknologi melemah 0,65% dan sektor Barang Konsumen Non-Primer mencatatkan penurunan tipis sebesar 0,16%.
Data perdagangan menunjukkan aktivitas yang cukup masif dengan total volume transaksi mencapai 20,63 miliar saham.
Nilai transaksi harian di pasar modal domestik tercatat sebesar Rp 7,99 triliun hingga tengah hari ini.
Dominasi penjual terlihat jelas dari statistik pergerakan harga saham di pasar reguler maupun tunai.
Sebanyak 513 saham terpantau mengalami penurunan harga di sepanjang sesi pertama.
Di sisi lain, hanya 147 saham yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan harga.
Sementara itu, sebanyak 128 saham lainnya terpantau bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Pada kelompok saham unggulan LQ45, tekanan jual tampak menekan beberapa emiten secara signifikan.
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menjadi salah satu pemberat indeks dengan penurunan harga sebesar 3,85%.
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) juga mencatatkan pelemahan sebesar 3,7%.
Selain itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ikut tertekan dengan koreksi harga mencapai 3,65%.
Meski pasar sedang tertekan, sejumlah saham di indeks LQ45 masih mampu mencatatkan penguatan.
PT Indosat Tbk (ISAT) memimpin deretan saham dengan kenaikan harga sebesar 1,73%.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyusul dengan apresiasi sebesar 1,5%.
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga mencatatkan kenaikan harga sebesar 1,36% di akhir sesi pertama.
Pelemahan IHSG ini terjadi beriringan dengan tekanan pada mata uang rupiah yang merosot ke level Rp 17.868 per dolar AS, menjadikannya mata uang dengan performa terlemah di Asia pada hari ini, Selasa (22/9/2026), dikutip dari data pasar resmi.





















