IHSG Melemah Tipis 0,13% ke Level 6.063 di Awal Perdagangan

persen

IHSG Melemah Tipis 0,13% ke Level 6.063 di Awal Perdagangan

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan bulan Oktober 2026 dengan pergerakan yang cenderung fluktuatif dan berada di zona merah.

Data dari RTI menunjukkan bahwa pada Kamis (1/10/2026) pukul 09.13 WIB, IHSG terkoreksi 0,13% atau 7,693 poin ke posisi 6.063,445.

Sebanyak 272 saham terpantau melemah, sementara 245 saham lainnya berhasil menguat dan 212 saham tetap stagnan.

Aktivitas perdagangan tercatat melibatkan volume sebanyak 7,1 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,25 triliun.

Sektor teknologi memimpin penurunan dengan pelemahan indeks IDX-Techno sebesar 1,75%.

Tekanan juga dirasakan oleh sektor industri yang turun 1% serta sektor infrastruktur yang melemah 0,52%.

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan penurunan signifikan sebesar 12,50% ke level Rp 28 per saham.

Emiten besar lainnya seperti PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) masing-masing melemah 2,68% dan 1,75%.

Di sisi lain, beberapa saham dalam jajaran LQ45 masih mampu mencatatkan penguatan.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menguat 2,74%, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) naik 1,55%, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) meningkat 1,23%.

Pelaku pasar saat ini tengah menanti rilis data ekonomi domestik yang dijadwalkan keluar pada hari ini.

Fokus investor tertuju pada angka inflasi September serta neraca perdagangan Agustus 2026.

Konsensus Reuters memprediksi neraca perdagangan Indonesia akan mencatatkan surplus sebesar US$630 juta.

Data tersebut dinilai krusial bagi Bank Indonesia dalam menentukan arah kebijakan moneter di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.

Sentimen eksternal juga turut membayangi pergerakan bursa domestik pada pembukaan perdagangan hari ini.

Pasar regional Asia bergerak terbatas, di mana indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,2%.

Tekanan di pasar obligasi global menjadi sorotan utama setelah yield US Treasury meningkat tajam sepanjang September.

Yield US Treasury tenor 10 tahun sempat menyentuh level 5,306%, yang merupakan posisi tertinggi sejak pertengahan Juni 2007.

“Dengan utang AS yang telah melampaui US$40 triliun dan kondisi fiskal yang belum menunjukkan perbaikan, level 5% saja secara absolut sebenarnya tidak banyak berarti, terutama jika melihat konteks historisnya,” ujar Darren Shames, global head of rates sales Nomura.

Sementara itu, pasar juga mengamati kinerja sektor teknologi terkait permintaan kecerdasan buatan (AI).

Meskipun produsen chip Micron Technology mencatatkan kinerja positif, analis memperingatkan adanya keraguan mengenai keberlanjutan pasokan memori.

“Angka Micron kembali menjadi validasi kuat terhadap permintaan AI dan memori. Namun, pasar mungkin mulai mempertanyakan apakah kita sudah mendekati puncak kelangkaan memori, meskipun permintaan masih melampaui pasokan,” jelas Charu Chanana, chief investment strategist Saxo.

Saat ini, investor masih menimbang dampak dari biaya modal yang tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar