IHSG Diproyeksi Menguat, Simak Deretan Saham Rekomendasi Hari Ini

persen

IHSG Diproyeksi Menguat, Simak Deretan Saham Rekomendasi Hari Ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak di zona hijau pada pembukaan perdagangan Senin, 5 Oktober 2026.

Analis memprediksi indeks acuan domestik tersebut akan melaju pada rentang level 6.180 hingga 6.335.

Optimisme ini muncul menyusul penguatan yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Pada penutupan perdagangan Jumat (2/10), IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 27,39 poin atau 0,46 persen, berakhir di level 6.036,89.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menilai kondisi teknikal pasar saat ini menunjukkan sinyal pembalikan arah yang cukup kuat.

“Sebenarnya sudah mulai terbentuk. Sementara itu, indikator Stochastics K_D sudah dalam kondisi jenuh jual secara esktrim atau extremely oversold, sembari membentuk pola golden cross. Di sisi lain, volume spike juga terbentuk,” ujar Nafan dalam keterangan resminya, Senin (5/10).

Sentimen utama yang memicu optimisme investor berasal dari data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang tercatat melambat.

Laporan US Nonfarm Payrolls per September hanya mencatatkan tambahan 29.000 tenaga kerja, jauh di bawah ekspektasi pasar yang mematok angka 90.000.

Data tersebut memicu perubahan ekspektasi mengenai kebijakan moneter bank sentral AS, The Fed.

“Sehingga pasar menurunkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat,” tambah Nafan.

Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 28 Oktober 2026 kini merosot ke angka 22,1 persen.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan probabilitas pada pekan sebelumnya yang mencapai 64,2 persen.

Meski demikian, pelaku pasar tetap mewaspadai beberapa faktor risiko domestik yang masih membayangi.

Tekanan pada nilai tukar rupiah, kenaikan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN), serta arus modal keluar (capital outflow) berpotensi membatasi laju penguatan IHSG.

Investor saat ini juga tengah mengantisipasi rilis data ekonomi domestik yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

Data Cadangan Devisa akan diumumkan pada 7 Oktober 2026, disusul oleh Indeks Keyakinan Konsumen pada 8 Oktober 2026.

Kedua indikator tersebut dipandang krusial dalam menentukan arah aliran dana asing dalam jangka pendek.

Selain itu, momentum musim laporan keuangan kuartal III 2026 mulai menjadi fokus utama para pelaku pasar.

Secara historis, periode awal kuartal IV atau October Effect sering kali dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi saham-saham berfundamental kuat.

Mirae Asset Sekuritas memberikan rekomendasi teknikal untuk beberapa saham, yakni ASSI, ESSA, dan SMGR.

Di sisi lain, pandangan berbeda disampaikan oleh MNC Sekuritas yang memproyeksikan IHSG berpotensi melemah pada rentang 5.850 hingga 5.911.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (y), cermati area koreksi yang dapat kami perkirakan di rentang 5.850-5.911,” tulis MNC Sekuritas dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/10).

Untuk strategi perdagangan, MNC Sekuritas merekomendasikan saham DOOH, GGRM, ISAT, dan NCKL.

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar