Rupiah Spot Dibuka Menguat ke Rp 17.873 per Dolar AS

Ikhwan Setiawan

Rupiah Spot Dibuka Menguat ke Rp 17.873 per Dolar AS

Jakarta – Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan penguatan tipis pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (8/10/2026).

Data yang dihimpun dari Bloomberg menunjukkan mata uang Garuda dibuka di level Rp 17.873 per dolar AS.

Posisi ini mencerminkan apresiasi sebesar 0,08% dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.887 per dolar AS.

Kondisi pasar keuangan domestik saat ini masih dibayangi oleh sentimen dari kebijakan moneter global.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menyatakan bahwa tekanan terhadap mata uang lokal masih dipicu oleh tingginya imbal hasil atau yield US Treasury.

Selain itu, preferensi investor yang masih cenderung memilih aset berbasis dolar AS turut membatasi ruang gerak penguatan rupiah.

Yusuf memproyeksikan bahwa pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini akan lebih didominasi oleh fase konsolidasi.

“Untuk perdagangan Kamis (8/10), Yusuf memproyeksi, terjadi konsolidasi daripada pembalikan tren,” ujarnya dikutip dari laporan analisis ekonomi.

Menurutnya, meskipun rupiah memiliki bantalan kebijakan yang cukup kuat, lingkungan ekonomi global saat ini belum memberikan dukungan yang signifikan untuk penguatan dalam skala besar.

Para pelaku pasar kini tengah menantikan rilis risalah rapat dari Federal Open Market Committee (FOMC) untuk mendapatkan arah kebijakan bunga acuan ke depan.

Di sisi lain, faktor geopolitik internasional juga menjadi perhatian utama para analis dalam memprediksi arah pergerakan mata uang.

Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, menyoroti bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah serta fluktuasi harga minyak mentah dunia berpotensi memengaruhi stabilitas rupiah.

“Perkembangan konflik Timur Tengah dan harga minyak juga dapat memengaruhi arah rupiah,” kata Sutopo sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi lembaga tersebut.

Terkait proyeksi rentang perdagangan, para ahli memiliki pandangan yang sedikit bervariasi mengenai batasan pergerakan rupiah hari ini.

Sutopo memperkirakan rupiah akan cenderung bergerak melemah dengan rentang di kisaran Rp 17.880 hingga Rp 17.930 per dolar AS.

Sementara itu, Yusuf Rendy Manilet memberikan prediksi yang sedikit lebih lebar bagi pergerakan mata uang domestik.

Yusuf memprediksi rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.830 hingga Rp 17.960 per dolar AS sepanjang hari ini.

Stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global ini menjadi fokus utama Bank Indonesia dalam menjaga keseimbangan pasar valuta asing.

Para investor diharapkan tetap mencermati dinamika data ekonomi AS yang akan dirilis dalam waktu dekat untuk melihat potensi volatilitas pasar lebih lanjut.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar