Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menghadapi tekanan uji batas bawah atau level support psikologis di angka 6.000 pada perdagangan hari ini, Jumat (9/10/2026).
Proyeksi ini muncul menyusul pelemahan signifikan indeks sebesar 1,88% ke posisi 6.031,28 pada penutupan sesi perdagangan Kamis (8/10/2026).
Sentimen negatif pasar masih membayangi pergerakan bursa domestik akibat aksi jual masif oleh investor asing.
Data perdagangan mencatat investor asing melakukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 848 miliar pada akhir perdagangan kemarin.
Beberapa emiten dengan kapitalisasi pasar besar menjadi sasaran utama aksi lepas kepemilikan oleh investor asing.
Deretan saham yang paling banyak dilepas oleh asing meliputi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Selain itu, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga mencatatkan tekanan jual yang cukup tinggi.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, melalui risetnya hari ini, Jumat (9/10/2026), menyatakan bahwa indeks memiliki peluang untuk kembali menguat jika mampu mempertahankan level support tersebut.
“Support IHSG berada di rentang level 5.950-6.000 dan resistance 6.070-6.120,” ujar Fanny Suherman dalam risetnya, Jumat (9/10/2026).
Analis memandang pergerakan indeks hari ini akan sangat bergantung pada kemampuan pasar dalam menahan laju koreksi di area kritis tersebut.
Jika level 6.000 berhasil menjadi pijakan yang kokoh, peluang teknikal untuk terjadinya rebound atau pembalikan arah harga tetap terbuka lebar.
Di tengah ketidakpastian pasar, analis memberikan sejumlah rekomendasi saham dengan strategi speculative buy bagi para investor.
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) direkomendasikan dengan area beli di Rp 1.420-Rp 1.445, dengan target harga Rp 1.455-Rp 1.475 dan cutloss di bawah Rp 1.420.
Selanjutnya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) disarankan untuk dicermati di kisaran harga beli Rp 1.075-Rp 1.100, target Rp 1.125-Rp 1.155, serta cutloss di bawah Rp 1.055.
Investor juga dapat mempertimbangkan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan area beli Rp 350-Rp 356, target Rp 364-Rp 376, dan batas cutloss di bawah Rp 350.
Saham perbankan syariah, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), masuk dalam daftar rekomendasi dengan area beli di Rp 1.335, target Rp 1.365-Rp 1.400, dan cutloss di bawah Rp 1.300.
Sementara itu, PT Indosat Tbk (ISAT) direkomendasikan pada area beli Rp 2.110-Rp 2.140, target Rp 2.170-Rp 2.200, dengan cutloss di bawah Rp 2.100.
Terakhir, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) disarankan untuk area beli Rp 1.480-Rp 1.500, target Rp 1.530-Rp 1.550, dan cutloss di bawah Rp 1.480.
Seluruh rekomendasi ini bersifat spekulatif dan diharapkan pelaku pasar tetap memperhatikan manajemen risiko di tengah volatilitas indeks yang masih cukup tinggi.



















