Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (7/10/2026).
Optimisme pasar ini muncul menyusul keberhasilan indeks ditutup menguat sebesar 1,12 persen ke level 6.192 pada sesi perdagangan sebelumnya, Selasa (6/10/2026).
Pihak MNC Sekuritas dalam riset hariannya mengungkapkan bahwa posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (y) pada label hitam.
Estimasi pergerakan indeks akan mencoba menguji area gap pada rentang 6.227 hingga 6.231.
Sementara itu, untuk pergerakan koreksi, pelaku pasar perlu mencermati rentang area di kisaran 5.850 hingga 5.911.
Dalam skenario lain pada label merah, IHSG diproyeksikan berpotensi menguji area 6.342 hingga 6.430, yang sekaligus menjadi titik cluster MA20 dan MA60.
Secara teknikal, batas bawah atau support IHSG saat ini berada pada rentang 6.091 hingga 5.973.
Sedangkan untuk batas atas atau resistance, indeks dipatok berada pada level 6.297 hingga 6.376.
Guna merespons dinamika pasar tersebut, terdapat empat emiten yang direkomendasikan untuk dicermati oleh para investor.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi pilihan pertama dengan strategi trading buy.
Saham AMMN sebelumnya mencatatkan penguatan sebesar 6,89 persen ke level 4.500 dengan dukungan volume pembelian yang cukup kuat.
Pergerakan harga saham ini juga terpantau telah berhasil menembus level MA60.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi AMMN saat ini sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave B.
Investor disarankan melakukan trading buy di kisaran 4.380 hingga 4.470 dengan target harga 4.670 hingga 4.810 dan stop loss di bawah 4.280.
Pilihan kedua adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan strategi buy on weakness.
Saham BBRI sebelumnya sempat terkoreksi 0,32 persen ke level 3.110, namun masih didominasi oleh volume pembelian.
Secara teknikal, penguatan saham BBRI belum mampu menembus MA60 dan saat ini diperkirakan berada pada awal wave (b) dari wave [b].
Strategi buy on weakness disarankan pada kisaran 3.080 hingga 3.100, dengan target harga 3.200 hingga 3.250 dan stop loss di bawah 3.050.
Ketiga, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) direkomendasikan dengan strategi buy on weakness.
Saham INDF sebelumnya terkoreksi ke level 6.850, namun tetap menunjukkan adanya volume pembelian yang masuk.
Analis memperkirakan posisi INDF saat ini berada pada bagian dari wave c dari wave (b).
Investor dapat mencermati area pembelian di kisaran 6.775 hingga 6.825, dengan target harga 7.000 hingga 7.100 serta stop loss di bawah 6.675.
Terakhir, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) direkomendasikan untuk strategi trading buy.
Saham INET sebelumnya menguat 3,01 persen ke level 274 dengan dominasi volume pembelian yang terus meningkat.
Posisi INET saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c].
Investor disarankan melakukan trading buy di kisaran 264 hingga 272, dengan target harga 286 hingga 296 dan stop loss di bawah 258.


















