Jakarta – Bank Mega Syariah mencatat kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan pertumbuhan profitabilitas yang solid, ditopang penguatan bisnis dan efisiensi biaya dana.
Hingga Maret 2026, bank tersebut membukukan laba sebelum pajak lebih dari Rp79,97 miliar. Capaian itu naik lebih dari 51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja tersebut terutama didorong oleh kenaikan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang mencapai Rp191,60 miliar. Angka itu tumbuh lebih dari 20 persen secara tahunan.
Di sisi penyaluran dana, total pembiayaan Bank Mega Syariah tercatat lebih dari Rp9,26 triliun. Jumlah itu meningkat sekitar 7,2 persen dibanding posisi akhir 2025 yang sebesar Rp8,64 triliun.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perseroan menembus Rp10 triliun. Bank juga mencatat peningkatan pada pendapatan berbasis pembiayaan.
Pendapatan dari piutang naik menjadi lebih dari Rp118 miliar, atau tumbuh sekitar 40,9 persen. Adapun pendapatan bagi hasil meningkat sekitar 4,7 persen menjadi lebih dari Rp114,73 miliar.
Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita menyebut capaian itu merupakan hasil strategi perusahaan dalam memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional.
“Kami terus mengoptimalkan strategi bisnis dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan pengelolaan biaya dana. Di saat yang sama, kami juga memperkuat layanan kepada nasabah melalui inovasi produk dan sinergi ekosistem,” ujar Hanie dalam keterangan resmi.
Dari sisi pendanaan, Bank Mega Syariah terus mengoptimalkan struktur dana untuk menjaga efisiensi biaya. Hal itu tercermin dari peningkatan Net Imbalan (NI) menjadi 5,85 persen dari sebelumnya 4,04 persen.
Efisiensi operasional juga membaik. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun menjadi 76,90 persen dari sebelumnya 85,08 persen.
Kinerja tersebut turut ditopang oleh permodalan bank yang tetap kuat. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) tercatat sebesar 27,63 persen.
Hanie menambahkan perseroan akan terus menjaga kualitas aset dan memperkuat manajemen risiko di tengah dinamika ekonomi.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan bisnis secara selektif dan berkelanjutan. Kami optimistis kinerja positif ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun,” ujar Hanie.























