Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tancap gas memperkuat penetrasi bisnis ritel dan sektor usaha kecil menengah (UKM) melalui rangkaian Synergy Roadshow 2026.
Kegiatan yang menyambangi enam kota besar di Indonesia ini menjadi instrumen strategis perusahaan untuk menyelaraskan target bisnis bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, menyatakan bahwa forum tersebut dirancang untuk memetakan peluang pertumbuhan di setiap daerah guna menghadapi dinamika ekonomi global.
“Kami mengidentifikasi peluang pertumbuhan di masing-masing daerah untuk meningkatkan kemampuan tim. Sasarannya jelas, kami ingin membangun semangat menghadapi tantangan ekonomi,” ujar Imam.
Fokus pada segmen ritel dan UKM terbukti membuahkan hasil positif bagi kinerja keuangan perseroan.
Data per Maret 2026 menunjukkan pembiayaan Solusi Emas Hijrah melonjak drastis hingga 11 kali lipat secara tahunan dengan nilai mencapai Rp1,7 triliun.
Sementara itu, sektor UKM mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 33% dengan nilai outstanding menyentuh angka Rp3,1 triliun.
Imam menilai sektor UKM memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memiliki manajemen risiko yang terukur.
Di sisi lain, kolaborasi dengan BPKH terus diakselerasi melalui digitalisasi ekosistem haji dan umrah.
Salah satu langkah konkretnya adalah peluncuran Kartu Haji Indonesia yang mempermudah transaksi jemaah di Tanah Suci tanpa harus membawa uang tunai.
Akses pendaftaran haji kini juga semakin inklusif melalui aplikasi Muamalat DIN, kantor cabang, hingga jaringan PT Pos Indonesia.
Selain itu, BPKH telah memberikan kepercayaan kepada Bank Muamalat untuk menjadi salah satu bank syariah penyedia jasa layanan kustodian.
“Kami ingin setiap layanan dan nilai tambah yang diberikan menjadi jalan hijrah bagi stakeholders menuju berkah. Sinergi ini diharapkan memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat secara lebih luas,” pungkas Imam.





















