Jakarta – Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk mempercepat penguasaan teknologi di Indonesia. Hal ini krusial di tengah ketatnya persaingan global.
Rachmat menyatakan Indonesia terbuka bagi investasi yang mendukung penguatan ekosistem teknologi nasional, terutama di sektor digital.
“Indonesia terbuka terhadap investasi yang mendukung penguatan ekosistem teknologi nasional,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan konektivitas dan model baru agar masyarakat dapat terhubung dengan cepat, mengingat jumlah penduduk yang besar.
Dalam pertemuan dengan delegasi Huaxia Kunpeng Technology, peluang kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI) dan pembangunan pusat data menjadi fokus utama.
Kolaborasi ini mencakup pengembangan talenta digital melalui kemitraan dengan perguruan tinggi, serta penguatan riset dan inovasi.
Selain itu, kerja sama juga meliputi pembangunan pusat data, industri manufaktur teknologi, program pertukaran mahasiswa, dan pembentukan pusat research and development.
“Melalui potensi kerja sama ini, Indonesia diharapkan dapat mempercepat transformasi digital nasional dan memperkuat posisinya tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam industri teknologi global,” kata Rachmat.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong Indonesia menjadi pemain utama dalam industri teknologi dan memperkuat daya saing nasional di tingkat global.




















