Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif pada perdagangan Kamis (3/9/2026) dengan penguatan sebesar 72,11 poin atau 1,09% ke level 6.667,89.
Momentum kenaikan indeks ini memicu optimisme para pelaku pasar untuk kembali menyusun strategi portofolio pada perdagangan Jumat (4/9/2026).
Sejumlah analis telah memetakan beberapa saham yang layak dicermati berdasarkan analisis teknikal terkini.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menjadi salah satu emiten yang menarik perhatian.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai tekanan pada saham ICBP mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.
“Tekanan ICBP sudah mulai mereda dengan bertahan di atas MA50/7.147 dan volume transaksi mereda,” ujarnya, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, indikator RSI yang bergerak landai membuka peluang bagi investor untuk melakukan speculative buy.
Target harga ICBP dipatok menuju level resistance di Rp 7.650 dengan catatan tetap membatasi risiko jika harga menembus level support Rp 7.150.
Selanjutnya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) juga mencuri perhatian setelah menguat 1,45% ke posisi 700.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyoroti adanya peningkatan volume pembelian pada saham tersebut.
“CDIA menguat 1,45% ke 700 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun mampu bertahan di atas MA20,” ungkapnya, Jumat (4/9/2026).
Dia menambahkan bahwa secara teknikal, posisi CDIA saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C.
Strategi buy on weakness disarankan bagi investor dengan level support di Rp 655 dan target resistance di Rp 745.
Sementara itu, untuk PT Alamtri Resources Tbk (ADRO), para analis cenderung mengambil sikap lebih moderat.
Technical Analyst Binnartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memprediksi ADRO berpotensi melanjutkan reli harga.
“ADRO cenderung akan melanjutkan reli harga menuju Rp 2.950 jika support minor di level Rp 2.620 tetap bertahan,” jelasnya, Jumat (4/9/2026).
Ia mencatat bahwa indikator MACD saat ini masih menunjukkan kondisi netral.
Oleh karena itu, investor disarankan untuk menahan posisi atau hold saham ADRO dengan rentang support di Rp 2.620 dan resistance di Rp 2.940.
Pergerakan pasar modal pada hari ini diprediksi akan sangat dipengaruhi oleh sentimen domestik dan global yang masih dinamis.
Para investor diharapkan tetap memperhatikan batasan risiko yang telah ditentukan oleh masing-masing analis.
Kondisi volatilitas pasar yang masih membayangi menuntut kehati-hatian dalam mengambil keputusan investasi.
Diversifikasi portofolio tetap menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas aset di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Penguatan IHSG di hari sebelumnya menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar untuk memanfaatkan momentum pemulihan harga saham-saham berkapitalisasi besar maupun menengah.





















